Sri Mulyani Sebut COVID-19 Menggerus Ekonomi Dunia Rp 128 Kuadriliun

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2020 13:58 WIB
Menkeu Sri Mulyani dinobatkan sebagai Finance Minister of the Year, East Asia Pacific di tahun 2018. Penghargaan itu diberikan oleh majalah Global Markets.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan dampak ngeri pandemi COVID-19 terhadap perekonomian dunia. Dia mengatakan pandemi telah membuat ekonomi dunia kehilangan US$ 8,8 triliun atau setara Rp 128.480 triliun (Rp 128 kuadriliun).

Hal itu menurutnya menjadi pembahasan dalam pertemuan antara Menteri Keuangan dan Kesehatan negara-negara anggota G20. Dalam paparannya dijelaskan jumlah itu merupakan hasil asesmen dari ADB yang diterbitkan Mei 2020.

"Jadi COVID-19 ini sudah jadi persoalan global, COVID secara dunia sudah sebabkan ekonomi dunia mengalami kehilangan US$ 8,8 triliun atau sekitar 9,7% dari total perekonomian," ujar Sri Mulyani pada konferensi pers APBN Kita, Selasa (22/9/2020).

"Kalau dilihat, Indonesia saja ekonominya kontraksi 5,4%, negara lain lebih dalam," ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, menurut Sri Mulyani dibahas juga soal kesiapan dan kerja sama antar negara menghadapi COVID-19. Dia memaparkan WHO memberikan estimasi dana yang dibutuhkan untuk menangani virus Corona hingga 5 tahun ke depan jumlahnya sebesar US$ 914 miliar.

"Dalam joint meeting-nya, kita harapkan kerja sama regional dan global menjadi keharusan, WHO estimasi pendanaan US$ 914 billion (miliar) perlu untuk atasi kesenjangan bagi negara yang belum memiliki kesiapan penanganan pandemi COVID selama 5 tahun ke depan," papar Sri Mulyani.

Dia kembali menegaskan kalau dihitung secara global, pandemi Corona telah menggerus perekonomian dunia sebesar US$ 8,8 triliun.

"Jadi secara total kalau dihitung jumlah ekonomi dunia yang tergerus karena COVID-19 ini sudah US$ 8,8 triliun," ujar Sri Mulyani.

(fdl/fdl)