Setelah Corona Bisakah Kegiatan Ekonomi Kembali Normal?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 11:33 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati pastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Hal itu menyusul revisi proyeksi yang dilakukan Kementerian Keuangan.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi di berbagai negara membuat perekonomian tertekan hingga banyak negara masuk ke jurang resesi. Hal ini karena Corona memaksa masyarakat untuk menahan kegiatan demi menekan penyebaran virus.

Sehingga membuat kegiatan ekonomi terganggu dan konsumsi masyarakat menurun. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menjelaskan saat ini memang masyarakat diminta untuk menerima new normal atau adaptasi dengan kondisi normal yang baru.

"Sekarang itu kegiatannya new normal, jangan kembali ke masa lalu. Tampaknya harapan back to the past atau kembali normal akan memakan waktu yang lama. Apalagi kalau dilihat masih banyak penambahan kasus harian di atas 4 ribu orang," kata dia dalam diskusi online, Rabu (23/9/2020).

Dia mengungkapkan apalagi saat ini Jawa Barat adalah wilayah nomor dua dengan kasus tertinggi. Kemudian tingkat kematian akibat COVID-19 ini masih tinggi dan belum melandai.

"Kalau berharap kegiatan sebelum pandemi akan lama sampai vaksin yang cocok ditemukan atau obat yang sudah resmi bisa dihasilkan," jelas dia.

Karena itu, Bambang mengajak seluruh masyarakat untuk mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan saat melakukan kegiatan.

"Jangan back to the past, tapi back to the future. Agar survive di masa pandemi dan harus siap dengan kondisi yang berbeda di masa depan," ujarnya.

Bambang menyebut memang pandemi ini sangat mengganggu perekonomian nasional karena aktivitas perdagangan terganggu hingga masyarakat yang kehilangan pendapatan dan pekerjaan.

(kil/fdl)