Berbisnis di Tengah Resesi? Ini Tipsnya Biar Nggak Rugi

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2020 16:42 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Resesi tampaknya tak dapat terelakkan lagi. Bila Indonesia masuk jurang resesi, salah satu dampak yang paling terasa adalah menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini akhirnya bisa berimbas ke pendapatan para pelaku usaha atau pebisnis.

Lalu, apa yang bisa dilakukan para pelaku usaha atau pebisnis menghadapi resesi nanti?

Menurut Pakar Marketing Hermawan Kartajaya, pelaku usaha atau pebisnis dari sekarang wajib menjaga hubungan baik dengan para pelanggannya agar tidak lari ke produk pesaing.

"Kalau punya produk tertentu yang penting adalah jaga customer kamu supaya tidak diambil orang karena sekarang ketika market kecil kan customer itu mesti dijaga," kata Hermawan kepada detikcom, Rabu (23/9/2020).

Cara terbaik menjaga pelanggan adalah dengan membangun kedekatan secara personal. Bisa dengan cara memberi diskon khusus pada pelanggan setia atau cara-cara lainnya.

"Kalau dalam istilah kita engagement, engagement itu hubungan yang sangat mendalam, mesti personal, kalau customer itu diperlakukan secara umum, kan tidak senang, salesman yang biasa megang dia harus secara personal. Personal lebih penting daripada profesional," terangnya.

Bisa juga dengan cara memperluas jangkauan pelanggan Anda, namun menurut Hermawan masih lebih bijak menjaga pelanggan yang sudah ada dulu.

"Kalau nyari customer baru ya bisa tapi kan lebih baik menjaga yang lama," tambahnya.

Lalu, sigap melakukan modifikasi produk.Terutama untuk menyesuaikannya pada kebutuhan masyarakat saat ini seperti dibungkus dengan perlengkapan yang higienis dan lain sebagainya.

"Produk harus dimodifikasi yang cocok dengan yang sekarang. Packaging-nya diubah dan juga mungkin size nya dikecilin supaya affordable dan sebagainya," paparnya.

Terakhir, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap brand dari produk yang Anda tawarkan.

"Brand harus menjaga kepercayaan," ungkapnya.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)