Tangkal 'Amplop' Penyelundup, Luhut Minta Insentif buat Bakamla-AL

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 15:11 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Kementerian Keuangan untuk memberikan insentif kepada AL dan Bakamla. Tujuannya agar instansi yang mencegah penyelundupan itu tidak tergiur sogokan atau amplop dari para penyelundup.

Hal itu disampaikan Luhut langsung di depan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual siang ini tentang National Logistic Ecosystem (NLE), Kamis (24/9/2020).

"Saya minta di sini untuk laporkan Bu Ani, ini kita lagi merancang dan tinggal persetujuan dari Menkeu. Semua jajaran di situ, eh Bea Cukai suah ada duit tambahannya, yang belum Bakamla, AL dan sebagainya yang menangkap semua penyeludupan-penyelundupan secara baik," tuturnya.

Luhut minta Kemenkeu bisa memberikan insentif kepada Bakamla dan AL setiap kali mereka menangkap penyelundupan. Dia mengusulkan agar besaran insentifnya sekitar 50% dari nilai barang yang diselundupkan.

"Itu 50% kalau boleh diatur, dikembalikan kepada mereka sebagai tunjangan prestasi atau apalah namanya. Sehingga mereka tidak menerima dana-dana dari penyelundup-penyelundup itu. Ini saya kira ini akan banyak dampaknya dan teman AL sangat senang sekali ini," terangnya.

Inisiatif itu proses dokumennya sudah dibuat. Luhut mengaku sudah mengirim dokumen tersebut ke kantor Sri Mulyani untuk ditindak lanjuti.

"Saya mohon nanti itu tolong dipelajari dan kalau bisa tahun ini bisa dikeluarkan. Karena operasi ini sekarang sudah jalan," tutupnya.



Simak Video "Polisi Sita USD 20 Ribu dari Kasus Suap Djoko Tjandra-Irjen Napoleon"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)