Tenang, Daftar BPJS Ketenagakerjaan Sekarang Tetap Dapat Diskon Iuran 99%

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2020 16:35 WIB
Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketengakerjaan, Krishna Sarif melakukan sidak di Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Selasa (3/5/2016).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah secara otomatis memberikan diskon iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan sampai 99%. Syaratnya, penerima manfaat harus terdaftar sebagai peserta dan melunasi iuran per Juli 2020.

"Syaratnya yaitu peserta eksisting yang melunasi pembayaran iuran sampai Juli 2020, 1 bulan sebelum berlakunya relaksasi ini. Jadi yang bulan iurannya masih bulan Juni atau Februari 2020 misalnya, belum berhak mendapat relaksasi ini," kata Direktur Kepesertaan BP Jamsostek, Ilyas Lubis dalam Sosialisasi Relaksasi Iuran PP 49/2020 yang disiarkan YouTube BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (24/9/2020).

Namun jangan khawatir, peserta yang baru didaftarkan saat ini juga bisa mendapat keringanan tersebut. Peserta penerima upah (PU) dan peserta bukan penerima upah (PBPU) baru juga bisa hanya membayar 1% dari besaran iuran sebelumnya sampai Januari 2021.

Namun untuk tahap awal selama 2 bulan, iuran JKK dan JKM harus dibayarkan dulu secara normal oleh perusahaan atau pemberi kerja. Setelah bulan ketiga menjadi peserta, baru perusahaan mendapat keringanan tersebut.

"Kalau yang baru masuk setelah ketentuan ini apakah mendapat relaksasi? Dapat juga, namun agak berbeda bagi peserta yang baru didaftarkan. Dalam masa relaksasi ini, peserta baru membayar dulu secara normal 2 bulan iurannya, memasuki bulan ketiga baru mendapat keringanan untuk iuran JKK dan JKN," terangnya.

Tidak hanya itu, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sekarang juga diperpanjang 15 hari batas maksimal pembayarannya. Dari yang tadinya batas pembayaran iuran maksimal setiap tanggal 15 per bulan, menjadi setiap tanggal 30 per bulan. Denda keterlambatan pembayaran iuran juga jadi lebih ringan, dari 2% menjadi 0,5%.

Perusahaan yang omzetnya berkurang di atas 30% juga dapat mengajukan penundaan pembayaran iuran, khusus untuk program Jaminan Pensiun (JP). Pengusaha hanya perlu membayar 1% saja, sementara 99% sisanya bisa dibayarkan tahun depan mulai 15 Mei 2021.

Dengan berbagai keringanan tersebut, diharapkan para pemberi kerja yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya dapat segera mendaftarkan. Pasalnya, relaksasi iuran ini dinilai sangat terjangkau dan bermanfaat.

"Kami berharap relaksasi iuran juga dapat mendorong peningkatan jumlah kepesertaan serta ketertiban peserta dalam membayar iuran, karena iuran menjadi sangat murah dan manfaat yang didapatkan sangat lengkap," tutup Ilyas.



Simak Video "15,7 Juta Pekerja Menerima Bantuan Upah Rp 600 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)