Pariwisata RI Babak Belur Dihantam Corona, Nih Buktinya

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 12:15 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Angga Riza/detikcom: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan dampak pandemi virus Corona terhadap sektor pariwisata. Dia bilang pandemi membuat sepinya wisatawan hingga anjloknya devisa negara.

Airlangga mencontohkan pariwisata di Bintan, Kepulauan Riau yang biasanya didatangi 3 juta turis, namun saat ini pengunjung yang datang nyaris tidak ada.

"Bintan yang biasanya mendapatkan turis 3 juta, hari ini hampir turisnya 0. Kemudian sektor pariwisata yang biasanya US$ 15 miliar satu tahun menghemat devisa, pemasukan devisa, kali ini baik Bali maupun Bintan pendapatannya turun, sehingga pendapatannya turun 90%," katanya dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, yang dilihat di Instagram @perekonomianri, Jumat (25/9/2020).

Selaku Ketua Komite PC-PEN, Airlangga menyebut pemerintah akan terus mendorong pemulihan sektor-sektor yang terdampak. Khusus pariwisata, dia bilang akan mendorong belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat rapat-rapat di lokasi destinasi.

"Salah satunya, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event seperti Rakorpim hari ini, yang kita lakukan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di lokasi destinasi wisata," ucapnya.

Kemudian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang juga hadir dalam Rakorpim di Bintan ini akan meluncurkan protokol kesehatan untuk pariwisata agar bisa tetap beroperasi sesuai standar COVID-19.

"Jadi ke depan tentu kita berharap nanti besok Pak Menpar akan me-launching protokol untuk pariwisata. Jadi hotel-hotel yang bisa beroperasi dengan standar COVID ada semacam sertifikasi," tuturnya.

Airlangga juga sempat menyinggung akan adanya pelayanan untuk imunisasi massal yang sedang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Sektor ini perlu terus didorong dan pemerintah berkomitmen untuk mendorong sektor-sektor yang terkontraksi dan tentunya didorong dengan adanya roadmap ataupun master pelayanan daripada imunisasi massal nanti yang disiapkan oleh Menteri Kesehatan," ujarnya.



Simak Video "Airlangga Sebut Omnibus Law Untuk Beresin Regulasi yang Obesitas"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)