Resesi Sejengkal Lagi, Airlangga Ramal Ekonomi Kuartal III Minus 3%

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 13:58 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indonesia semakin dekat masuk dalam daftar negara yang resesi akibat COVID-19. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 masih di jalur negatif.

Airlangga mengatakan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 yang tidak lama lagi akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) negatif 3% sampai negatif 1%.

"Kuartal III kira-kira 1 minggu lagi diperkirakan outlook pertumbuhan ekonomi di kuartal III adalah minus 3 sampai minus 1," kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Kawasan Wisata Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9/2020).

Sehingga, outlook pada akhir tahun 2020 diperkirakan pertumbuhan ekonomi minus 1,7% sampai positif 0,6%. Meski begitu, Airlangga optimis pada 2021 pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali pulih di kisaran 4,5% sampai 5,5%.

"Outlook akhir tahun minus 1,7 sampai positif 0,6%," sambungnya.

Hanya saja, kondisi ini bergantung pada kesediaan vaksin dari COVID-19. Dia sendiri menargetkan masyarakat Indonesia sudah bisa mulai divaksin pada Desember 2020 atau awal Januari 2021.

"Tentu ini (pertumbuhan ekonomi) tergantung hasil ketersediaan vaksin seperti yang direncanakan oleh pemerintah," kata dia.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)