Resto Rela 'Ngemper' di Jalan, Asosiasi: Biar Lebih Dekat ke Konsumen

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 15:43 WIB
Restoran Ngemper di Pinggir Jalan
Foto: Restoran Ngemper di Pinggir Jalan (Mindra Purnomo/tim infografis detikcom)
Jakarta -

Beberapa restoran besar memutuskan untuk jualan 'ngemper' dengan menerjunkan karyawannya berjualan di pinggir jalan. Hal itu dilakukan supaya bisnis tetap bertahan meski babak belur dihantam pandemi.

Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan cara itu merupakan wujud kreativitas dari pelaku usaha untuk mengatasi penurunan omzet. Mau tidak mau hal itu harus dilakukan demi bisa berjuang di kondisi sekarang.

"Jadi memang kita tidak bisa hindari omzet memang banyak yang turun, secara umum turun, kita lihat konsumsi per kapita juga turun. Penjualan-penjualan ini kan sebenarnya merupakan kreativitas dari pelakunya untuk survival mode. Mau tidak mau ini sekarang dalam survival, itu pasti ada struggling-nya dan mudah-mudahan kita semua bisa lolos," kata Adhi dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable, Jumat (25/9/2020).

Tidak hanya di pinggir jalan, Adhi menyebut ada beberapa produk restoran yang sampai masuk ke perumahan. Sisi positif dari penjualan itu bertujuan untuk mendekatkan diri kepada konsumen yang masih takut untuk bepergian ke mal.

"Saya lihat sampai masuk ke perumahan-perumahan, ada salah satu perusahaan besar yang sampai masuk ke perumahan-perusahaan. Ini tujuannya menurut saya untuk mendekat ke konsumen, saya kira tidak ada salahnya ini sebagai salah satu upaya untuk survival," tuturnya.

Dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperketat lagi, dia mengakui ada penurunan kembali secara landai. Namun, dia berharap dampak dari PSBB saat ini tidak separah PSBB pertama.

"Saya kira berpengaruh (PSBB kedua) karena ini sudah mulai ada laporan dari beberapa kota, kelihatannya ada sedikit penurunan lagi meskipun tidak terburuk April, Mei, kemarin. Padahal tadinya saya optimis Juni naik, Juli naik, Agustus naik, kemudian dengan kondisi ini ada sedikit menurun, melandai dan tendensi agak turun sedikit," ucapnya.



Simak Video "Santuy Abis, Resto Jakarta Ini Nuansanya Mirip Pantai Bali "
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)