Sidang Pelarangan TikTok di AS Bakal Digelar Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2020 23:00 WIB
Akuisisi disebut-sebut mengalami kendala karena pemerintah Cina tidak merestui persyaratan yang ada. Presiden AS Donald Trump tegaskan tidak ingin ada orang Cina yang memegang kendali di TikTok nantinya.
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Sidang terkait pelarangan TikTok dari AppStore dan Google Playstore akan digelar lagi pekan ini. Sebelumnya sidang sudah ditunda pada Jumat lalu.

Mengutip Reuters sebelumnya TikTok juga telah mengajukan keberatan kepada pengadilan. ByteDance menyampaikan banyak argumen pembelaan.

ByteDance menyebut sebelumnya telah membuat kesepakatan awal untuk Walmart Inc dan Oracle Corp untuk pengambilalihan saham.

Departemen Perdagangan AS memberi waktu tambahan kepada TikTok selama satu minggu untuk menyelesaikan kesepakatan ini.

Hakim Carl Nichols di Washington menetapkan sidang pada Minggu pukul 09.30 EDT. Hakim lainnya juga mempertimbangkan untuk mengeluarkan perintah pendahuluan setelah masuknya laporan puluhan ribu creator kehilangan akses masuk ke akun mereka.

ByteDance, Walmart dan Oracle juga manyampaikan ada kemungkinan jika TikTok akan terus beroperasi di AS. Namun pejabat AS mengaku prihatin karena akan ada data pribadi sebanyak 100 juta orang AS yang diteruskan ke pemerintah China.

Sebelumnya pada 6 Agustus TikTok dilarang beroperasi di AS oleh Presiden Donald Trump. Hal ini sebagai langkah tegas AS terhadap China. Menteri Luar Negeri Michael Pompeo telah memaksa perusahaan AS untuk melarang aplikasi China sebagai bagian dari pedoman "Jaringan Bersih".

Untuk bisa beroperasi, ByteDance juga mengharapkan persetujuan China untuk melanjutkan kesepakatan. Perusahaan mengajukan permohonan minggu ini hingga waktu yang belum ditentukan.

(kil/fdl)