Sedih, 200 Ribu Pegawai Restoran di Mal Kena Pecat

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 27 Sep 2020 15:00 WIB
Situasi pusat perbelanjaan mal di tengah kota Jakarta tampak sepi saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperketat. Begini penampakannya.
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin mengungkapkan ratusan ribu pegawai harian di restoran diberhentikan imbas PSBB DKI Jakarta diperketat. PSBB diperpanjang hingga 11 Oktober.

"Jadi saya kira hampir 200.000 (pegawai harian). Itu baru yang di mal, belum yang di hotel, belum yang independen, independen itu udah 4 ribuan restoran di DKI Jakarta. Langsung to immediately begitu sehari (PSBB ketat), Selasa habis, pegawai harian langsung nggak dipakai," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (27/9/2020).

Dia menjelaskan 200.000 pegawai harian ini tersebar di 85 mal di Jakarta, dengan hitungan kasar per mal ada 80 restoran. Satu restoran diasumsikan mempekerjakan 50 pegawai untuk 2 shift, 70% di antaranya adalah pegawai harian.

"Begitu PSBB diumumkan diperketat hari Kamis ya, terus hari Senin mulai efektif kan, hari Selasa sudah lepas tuh, pegawai harian sudah nggak dipakai," jelasnya.

Hal semacam itu tidak terhindarkan karena kondisi bisnis restoran memang sudah memprihatinkan. Pada masa PSBB ketat, restoran tidak boleh melayani makan di tempat (dine in).

"Ini memang benar-benar sudah kesulitan semua sih restoran-restoran, sudah mau innalillahi saja," sebutnya.

Padahal pihak restoran sudah berinvestasi untuk meningkatkan protokol kesehatan demi menunjang usahanya.

"Kita kan selama PSBB transisi kan kita juga belum making money. Itu kan cuma running cashflow saja supaya bisa jalan, dan kita juga investasi itu kebanyakan untuk PSBB itu, dimulai dari disinfektan, alat-alat kebersihan, alat proteksi diri. Kita ngikutin protokol COVID kan," tambahnya.



Simak Video "Santuy Abis, Resto Jakarta Ini Nuansanya Mirip Pantai Bali "
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)