Penumpang KAI Anjlok, Erick Thohir: Rehat Sejenak, Perbaiki Diri

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 13:34 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan sambutan sebelum menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Diplomasi Ekonomi untuk mendukung BUMN Go Global di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Kerja sama ini bertujuan memperkuat diplomasi ekonomi dalam mewujudkan visi BUMN Go Global yang diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi BUMN di luar negeri dan mendorong performa ekspor Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan pesan kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam menyambut hari ulang tahun KAI yang ke 75 tahun. Erick menyinggung soal volume penumpang KAI yang turun di tengah pandemi Corona.

Menurutnya selama ini moda perkeretaapian yang dioperasikan KAI telah mengangkut banyak penumpang. Namun, di tengah pandemi harus rehat sejenak mengangkut jumlah yang banyak.

Meski penumpang terpaksa berkurang, Erick berpesan agar situasi ini menjadi momen untuk mengevaluasi dan memperbaiki kinerja perusahaan.

"Setelah bertahun-tahun menjadi alat transportasi membawa sejumlah besar penumpang. Tapi, di masa pandemi harus rehat sejenak, mengurangi penumpang, tetapi harus memperbaiki diri," ujar Erick dalam video sambutannya pada acara puncak peringatan HUT KAI ke-75 tahun yang disiarkan di YouTube, Senin (28/9/2020).

Erick mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal membajak momentum krisis. Dia mengingatkan sebagai perusahaan, semua pegawai di KAI harus bergotong royong memajukan perusahaan.

"Presiden berpesan, kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan besar. Saya percaya keberhasilan organisasi bukan kehebatan masing-masing orang secara individu tapi gotong royong semua pihak di dalamnya," kata Erick.

Sebelumnya, Dirut KAI Didiek Hartantyo juga mengatakan volume penumpang kereta api berkurang selama pandemi. Apalagi, ditambah dengan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dia menyebutkan KAI cuma mengangkut 10% dari jumlah penumpang di masa normal. Padahal, di situasi normal, KAI dalam seharinya mampu mengangkut penumpang sebesar 1,3 juta orang.

"Dengan pemberlakuan banyak pembatasan, maka volume penumpang yang kita angkut hanya 10% dari situasi normal. Di situasi normal, kereta api bisa angkut 1,3 juta penumpang dalam satu hari," ungkap Didiek dalam talkshow singkat usai upacara peringatan hari ulang tahun KAI 75 yang disiarkan di YouTube.

"1,1 juta itu diangkut commuter line, lalu 200 ribuan diangkut kereta jarak jauh, namun sekarang situasinya sangat berpengaruh," ujarnya.



Simak Video "BUMN Tunjuk Timses Jokowi-Influencer Jadi Komisaris Pelat Merah"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)