50% Karyawan Bank Permata Masih Tetap Ngantor

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 16:56 WIB
Karyawan Bank Permata Terpapar COVID-19
Foto: Dok. Bank Permata
Jakarta -

Karyawan Bank Permata yang negatif COVID-19 dipastikan tetap kerja ke kantor dengan maksimal 50% kapasitas normalnya setelah area didisinfektasi menyeluruh. Namun, kebijakan ini sebenarnya sudah berjalan selama COVID-19. Bank Permata dari awal pandemi sudah menerapkan kebijakan tersebut demi mencegah penularan COVID-19.

Dengan demikian, Tower Bank Permata di Bintaro yang jadi tempat PCR Swab Test tetap beroperasi seperti biasa dengan rutin disemprotkan disinfektan. Selama disemprotkan disinfektan, kantor tentunya ditutup terlebih dahulu baru kemudian beroperasi kembali.

Lantaran, menurut Head of Corporate Affairs Bank Permata Richele Maramis, bank merupakan salah satu sektor yang diizinkan beroperasi selama pandemi mengingat perannya yang juga cukup esensial bagi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini, dikabarkan dari total 2.333 karyawan Bank Permata, 86 di antaranya dinyatakan positif COVID-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) setelah melakukan PCR swab test massal di Bintaro Tower beberapa waktu lalu.

"Setelah didisinfektan, beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% seperti biasa. Perlu diingat Bank termasuk fasilitas esential maka harus tetap beroperasi dengan menjaga protokol," tegas Richele kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

Sedangkan buat yang positif COVID-19 diminta melakukan isolasi mandiri sampai hasilnya negatif.

"Beberapa langkah lainnya diambil sebagai tindaklanjut atas temuan tersebut seperti contact tracing, isolasi mandiri bagi karyawan yang terpapar, serta mengatur operasional Bank untuk menjaga kesehatan dan keamanan karyawan dan nasabah," paparnya.

Para nasabah juga diimbau agar mulai beralih ke transaksi mobile banking.

"PermataBank terus mendukung kebijakan regulator dan pemerintah dengan tetap menjaga pelayanan di cabang-cabang yang beroperasi dan membantu upaya pencegahan COVID-19 di Indonesia, termasuk memberi pilihan kepada nasabah untuk beralih ke transaksi non tunai melalui mobile banking PermataMobile X untuk seluruh kebutuhan transaksi perbankan mereka," ujar Direktur Utama PermataBank Ridha D.M. Wirakusumah dalam keterangan resminya.

Di samping itu, pihak Manajemen Bank Permata memastikan bahwa sejak awal adanya pandemi COVID-19, emiten berkode saham BNLI ini sudah menerapkan berbagai upaya pencegahan.

Mulai dari membentuk Command Centre dan Hotline COVID-19, mengimplementasikan tindakan-tindakan pencegahan seperti sosialisasi 3M yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak, deep cleaning rutin, split operations, Work From Home (WFH), menjaga tingkat kapasitas kantor maksimal 50%.

Lalu, pemasangan pemisah acrylic di cabang, pengaturan jarak di kantor dan cabang hingga komunikasi berkala tentang pencegahan COVID-19 di seluruh kantor maupun cabang untuk melindungi seluruh pemangku kepentingan.

(fdl/fdl)