Dicurhati Pedagang Omzet Anjlok, Jokowi: Harus Kerja Lebih Keras

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 16:55 WIB
Presiden Jokowi video call dengan dokter paru, dr Faisal (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi video call dengan dokter paru, dr Faisal (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicurhati oleh para pelaku usaha mikro dan usaha kecil ke Istana Kepresidenan Bogor. Para pedagang curhat bahwa omzet mereka anjlok akibat pandemi COVID-19.

Pelaku UMKM yang diundang Jokowi ke Istana mulai dari pedagang asongan, pedagang rumahan, hingga pedagang kaki lima. Jokowi pun memahami kondisi yang dialami mereka.

"Memang kalau ditanyakan, saya kira sama, saya sudah bertemu dengan ribuan pengusaha kecil dan mikro, sama, omzetnya turun separuh, ada yang omzetnya turun 1/3, ada yang keuntungan turun lebih dari separuh, ada yang keuntungannya tinggal 1/4," kata Jokowi dikutip dari saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9/2020).

Jokowi menjelaskan pandemi COVID-19 dirasakan oleh semua orang termasuk pedagang kecil. Dirinya pun menjelaskan kondisi yang sama dialami di 215 negara.

"Tidak hanya (usaha) yang kecil, tidak hanya yang mikro. Yang menengah, yang gede semuanya juga pada posisi yang sama. Kesulitan semuanya. Oleh sebab itu pada kondisi seperti ini kita harus ya kerjanya lebih keras lagi, harus bertahan dan bekerja lebih keras lagi," jelasnya.

"Oleh sebab itu dalam kondisi seperti ini yang paling penting sekali lagi semangat kerja jangan turun, dan kita harapkan Insyaallah nanti di bulan Desember sudah mulai vaksin masuk. Nah pada kondisi nanti tahun depan sudah agak normal, Bapak Ibu sekalian jangan sampai kehilangan momentum," lanjut Jokowi.

Jokowi mengingatkan agar saat situasi nanti sudah normal para pedagang tidak justru kehabisan modal.

"Jadi sekali lagi semangat kerja jangan sampai kendor, kemudian pertahankan agar usaha Bapak Ibu sekalian jangan sampai tutup, jangan sampai rugi, untung sedikit nggak apa-apa tapi jangan sampai pada kondisi tutup. Karena begitu tutup itu nanti untuk memulai lagi pada kondisi normal di awal tahun depan itu akan lebih sulit lagi," tambahnya.

(toy/fdl)