Bos Peruri Buka-bukaan soal Rp 500 Miliar yang Bikin Ahok Kesal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 29 Sep 2020 18:00 WIB
Kantor Perum Peruri
Foto: Dok. Perum Peruri
Jakarta -

Manajemen Perum Peruri akhirnya buka suara menanggapi pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyebut perusahaan meminta Rp 500 miliar untuk proyek digitalisasi.

Direktur Utama Perum Peruri Dwina Septiani memastikan hubungan Peruri dengan Pertamina saat ini baik-baik saja. Bahkan, kata dia, tidak seheboh yang tergambar di publik.

"Bahwa hubungan kami dengan Pertamina juga sangat baik. Jadi sebetulnya nggak seperti yang ramai-ramai yang disampaikan," kata dia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Senin kemarin (28/9/2020).

Dwina menjelaskan, yang dilakukan Peruri terhadap Pertamina sama halnya terhadap perusahaan-perusahaan lain. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan harga dan pelayanan yang terbaik.

"Mungkin kami hanya bisa jelaskan terkait Pertamina ini bahwa sama seperti apa yang kami juga sudah lakukan dengan demikian banyak klien kami yang lain, termasuk juga BUMN bahwa kami sangat mendukung semua proses digitalisasi khususnya juga di BUMN dan selalu berkomitmen memberikan pelayanan dan harga yang terbaik," jelasnya.

Meski demikian, dirinya tidak bisa berbicara lebih detail soal kontrak Peruri dengan Pertamina.

"Terkait yang viral ini Pak, ya mungkin kalau secara detail terkait hal yang bersifat kontrak tentunya mungkin ini hal yang confidential apalagi kami high security company. Jadi mungkin kami tidak banyak bicara di media karena nature dari high security company seperti itu," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Ahok sebelumnya kesal terhadap Peruri. Sebab, Peruri meminta Rp 500 miliar untuk proyek tanda tangan digital atau paperless.

"Saya lagi paksakan tanda tangan digital tapi Peruri bindeng juga masa minta Rp 500 miliar untuk proses paperless di kantor Pertamina itu BUMN juga," ujarnya dalam tayangan video YouTube POIN.

Menurutnya, itu sama saja setelah mendapat proyek ini Peruri tidak mau kerja lagi.

"Itu sama aja sudah dapat Pertamina nggak mau kerja lagi, tidur, 10 tahun jadi ular sanca, ular piton," katanya.

(acd/ara)