3 Fakta Pemerintah Akui RI Resesi

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2020 19:30 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati pastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Hal itu menyusul revisi proyeksi yang dilakukan Kementerian Keuangan.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Akhirnya pemerintah mengakui juga bahwa ekonomi Indonesia resesi di kuartal III-2020. Meskipun pengumuman resminya baru dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tangga 5 November.

Ekonomi Indonesia resmi resesi dikarenakan mengalami penurunan yang telah terjadi pada kuartal I-2020. Namun, resesi itu biasanya dilihat dari pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 sebesar 2,97%, pada kuartal II minus 5,32%. Penentuannya berada di kuartal III, namun Kementerian Keuangan memproyeksikan angkanya berada di kisaran minus 2,9% sampai minus 1%.

Dengan begitu, Indonesia sudah masuk ke jurang resesi. Berikut fakta-faktanya:

1. Resmi resesi

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan Indonesia sudah resesi. Bahkan dirinya menyebut resesi sudah terjadi sejak awal kuartal I-2020. Pasalnya, ekonomi dalam negeri sudah mengalami penurunan.

Dia menyebut, ekonomi Indonesia biasanya berada di kisaran 5%. Sementara realisasi di kuartal I tahun ini hanya 2,97%. Penurunan terus berlanjut ke kuartal II yang realisasinya minus 5,32%. Dengan begitu dirinya menyebut Indonesia sudah resesi.

"Kalau resesi, ya tahun ini sudah," kata Febrio dalam video conference, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

2. Tanda-tanda resesi

Dia menyebut resesi menandakan perlambatan aktivitas ekonomi secara berkepanjangan. Febrio menyebut, Kementerian Keuangan juga sudah mengeluarkan proyeksi angka pertumbuhan ekonomi di kuartal III yaitu di kisaran minus 2,9% sampai minus 1%.

Lebih lanjut Febrio mengatakan, sepanjang tahun 2020 pun ekonomi Indonesia berada di zona negatif. Pihaknya memproyeksikan ekonomi Tanah Air di kisaran minus 1,7% sampai minus 0,6% di sepanjang tahun 2020.

"Kalau tadinya kita lihat di kuartal I sudah turun, kita belum bisa katakan resesi karena belum tahu berapa lama. Sekarang kita lihat kuartal II melemah, kuartal III melemah. Ternyata kuartal I sudah terjadi perlambatan dan berkelanjutan. Tahun ini sudah jelas resesi," jelasnya.

3. 92% negara di dunia juga resesi

Meski demikian, Febrio menegaskan penurunan pertumbuhan ekonomi nasional tidak sedalam negara-negara lain yang terdampak pandemi Corona. Dia bilang sekitar 92% negara di dunia ini mengalami resesi. Resesi di negara lain terjadi karena penurunan ekonominya hingga double digit.

"Lihat seluruh dunia, 92% resesi dan bahkan mayoritas dari dunia resesinya 10%, 15%. India malah minus 24%. Kita harus lihat perspektif juga," ungkapnya.

Perlu diketahui, pengumuman realisasi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) kuartal III Indonesia secara resmi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Otoritas statistik nasional baru mengumumkan pada 5 November 2020.

(hek/fdl)