Peringati Hari Oeang di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Titip Pesan Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 10:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani berjalan memasuki ruangan untuk mengikuti rapat kerja tertutup dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). Rapat itu membahas surat menteri keuangan terkait perkembangan skema burden sharing pembiayaan pemulihan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, hari Oeang Republik Indonesia (ORI) dianggap sebagai awal mula nasional tidak lagi bergantung pada mata uang asing. Hari Oeang juga menandakan rupiah sebagai alat pembayaran atau transaksi yang sah.

Hal itu diungkapkannya saat membuka perayaan rangkaian Hari Oeang Republik Indonesia yang ke-74 secara virtual. Puncak perayaannya jatuh pada tanggal 30 Oktober nanti.

Dia menceritakan, Oeang Republik Indonesia digagas pertama kali oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta pada tahun 1946.

"Mohammad Hatta sampaikan bahwa Indonesia harus menerbitkan uang sendiri sebagai simbol kedaulatan republik Indonesia. Jadi nggak tergantung menggunakan lagi uang yang diciptakan, dicetak, diedarkan oleh penjajah sebelumnya, yaitu uang dari Jepang dan Netherland," kata Sri Mulyani, Jumat (2/10/2020).

Dengan diedarkannya rupiah sebagai mata uang yang sah, Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan ditunjuk sebagai pengelolanya. Pengelolaan uang yang ditujukan untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

"Institusi Kementerian Keuangan adalah punya tanggung jawab besar untuk bisa menjaga cita-cita kemerdekaan itu," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menceritakan, peringatan Hari Oeang yang ke-74 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, perayaan Hari Oeang akan berlangsung selama satu bulan penuh hingga akhir Oktober.

Pandemi COVID-19 mengubah kebiasaan tersebut. Menurut Sri Mulyani, Kementerian Keuangan saat ini sedang fokus menjaga keuangan negara serta menangani dampak pandemi Corona yang sudah terjadi dalam enam bulan terakhir.

"Situasi COVID-19, ini mempengaruhi dimensi kehidupan bangsa. Tekad kita untuk merayakan Hari Oeang dan kelahiran Kementerian Keuangan ke-74 nggak boleh luntur," katanya.

"Tekad kita untuk menyampaikan bahwa institusi keluarga Kementerian Keuangan punya tanggung jawab besar dan kebersamaan, kesatuan, bersama-sama republik ini nggak boleh luntur," tambahnya.

Oleh karena itu, tema perayaan Hari Oeang yang ke-74 ini adalah adaptif, responsif, dan peduli. Menurut Sri Mulyani, tema tersebut sangat relevan dengan apa yang dilakukan Kementerian Keuangan di tengah pandemi COVID-19.

Saat COVID-19 melanda tanah air, Kementerian Keuangan telah menyesuaikan APBN sebagai alat yang menangani dampaknya serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kita peduli, kita peka terhadap kondisi COVID ini. Maka melakukan adjustment, perubahan itu untuk kemampuan menjaga daya tahan dari republik bangsa dan keuangan negara agar kita mengatasi COVID-19 yang luar biasa menantang dan berat," ungkapnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga meminta agar keluarga besar Kementerian Keuangan tetap solid dengan saling memberikan semangat satu dengan yang lainnya tanpa melihat jabatan.

"Mengatasi dengan sikap positif, semangat dengan kegembiraan tetap, meski berat saling tular optimisme, semangat dan kegembiraan akan buat daya tahan lebih baik," katanya.

"Mari kita semua melakukan peringatan Hari Oeang Indonesia, HORI ke-74 meski suasana berbeda, meski sebagian online, offline tapi esensi nggak berubah," tambahnya.



Simak Video "Sri Mulyani: Rupiah Cenderung Stabil-IHSG Tembus 6.000 "
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)