Jabar Tawarkan Proyek TPA Rp 800 M ke Inggris hingga China

Yudha Maulana - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 18:54 WIB
Gedung Sate Bandung
Ilustrasi Pemprov Jabar/Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menawarkan investasi mega proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya kepada para investor asing. Proyek berkonsep waste to energy tersebut dipresentasikan dalam Indonesia Investment Day 2020 di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, selama dua hari, 29-30 September 2020.

Ketua Tim Percepatan dan Inisiasi Energi Baru, Terbarukan dan Konvervasi Energi (EBTKE) PT Migas Hulu Jabar (MUJ) Mungki Rahadian mengatakan, penggunaan energi fosil tak ramah terhadap lingkungan, sehingga energi alternatif yang lebih bersahabat lebih seksi di mata para investor.

"Investasi yang membawa isu perbaikan lingkungan, dimana kemudian investor asing saat ini sangat tertarik kepada proyek yang sifatnya green energy. Karena investasi terbaik saat ini memang energi terbarukan, sedangkan energi fosil trennya terus menurun dan ditinggalkan dan banyak juga masyarakat yang beralih ke energi alternatif yang lebih ramah terhadap lingkungan," kata Mungki dalam keterangan resmi PT MUH, Jumat 2 Oktober.

Mungkin mengatakan, untuk nilai investasi megaproyek pengelolaan sampah regional menjadi energi alternatif ini ditaksir mencapai Rp 800 miliar.

"Dari beberapa negara yang ikut dalam Indonesia Investment Day ada dari investor asing seperti UK, Belanda, China, Jepang, Singapore, Korea Selatan dan Australia yang menyatakan minatnya," lanjut Mungki.

Konsep pengelolaan sampah TPPAS Cirebon Raya dengan teknologi Mechanical and Biological Treatment (MBT) berlokasi di Desa Cupang, Desa Walahar Kecamatan Gempol serta Desa Ciwaringin Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Luasnya mencapai 52 hektare. Hasil dari pengelolaan sampah yang ditampung dari wilayah Cirebon Raya dan Indramayu nantinya diolah menjadi refuse derived fuel (RDF) yang menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Rencana kapasitas pengolahan yakni 1.000 ton per hari yang dapat ditingkatkan menjadi 1.500 ton per hari. Kapasitas produksi RDF kurang lebih 350 ton per hari. Perusahaan di daerah Cirebon sudah memiliki minat menjadi offtaker bahan baku tersebut salah satunya Indocement.

Langsung klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2 3