Liputan Khusus

Jadi Joki Game Online Bisa Kantongi Belasan Juta Tiap Bulan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2020 18:31 WIB
game online
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta -

Joki game online merupakan profesi yang muncul setelah game-game online smartphone semakin booming. Meski sering dipandang sebelah mata, nyatanya profesi ini memberikan keuntungan yang menggiurkan.

Kebanyakan dari mereka yang menawarkan jasa joki game online ini adalah remaja. Seperti Segaf Alatas (19 tahun) dan Haikal (17 tahun). Mereka berdua adalah pemilik dari akun @jokimlbb_jakarta yang menawarkan jasa joki untuk game Mobile Legend Bang Bang dan PUBG Mobile.

Selama masa pandemi, kedua remaja itu mengaku kebanjiran klien. Biasanya per hari klien yang masuk hanya 1-2 orang, tapi saat pandemi melonjak menjadi 15 orang bahkan sempat mencapai 38 klien dalam 1 hari.

"Selama masa pandemi klien jauh parah. Pernah sampai 38 sehari itu kita kelabakan," kata Segaf saat berbincang dengan detikcom seperti ditulis Senin (30/9/2020).

Jasa yang dibanderol mereka bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu untuk naik level perbintang sampai Rp 250-300 ribu untuk naik level hingga Mythic. Tergantung juga dari level awal si klien.

Di masa pandemi ini omzet keduanya bisa mencapai Rp 60-80 juta. Pendapatan itu setelah dibagi-bagi ke worker, masing-masing mereka berdua mengantongi pemasukan bersih sekitar Rp 10-15 juta per bulan.

Dari pendapatan sebesar itu, mereka tak perlu lagi minta uang jajan. Bahkan dari uang itu keduanya bisa membeli apa yang mereka mau, mulai dari HP hingga sepeda motor tanpa minta orang tua.

"Ya awalnya orang tua kadang ngomel, tapi setelah tau ada hasilnya mereka dukung juga," ucap Haikal.

Segaf dan Haikal yang sudah menjalani bisnis joki ini sejak 2017 juga membuka peluang untuk joki lainnya, mereka menyebutnya sebagai worker. Sistemnya bagi hasil, worker bisa mendapatkan 50%-70%, tergantung misi dan target level yang harus dikerjakan. Saat ini sudah ada 35 orang worker yang dipekerjakan.

Ravicky Mahrur adalah salah satu joki worker mereka. Remaja asal Tulungagung yang masih duduku di bangku SMK kelas XI itu mengaku biasanya bisa mengantongi uang Rp 700 ribu per minggu dari orderan yang diberikan Haikal dan Segaf.

Tapi selama pandemi akun yang dia kerjakan melonjak 2 kali lipat, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta per minggu untuk mengerjakan 10-20 akun.

Tidak hanya itu, Ravicky juga secara pribadi membuka jasa joki game di luar @jokimlbb_jakarta. Dari klien pribadinya dia bisa mengantongi pendapatan Rp 1 jutaan per minggunya. Jika dihitung setiap bulan dia bisa mengantongi Rp 5-7 jutaan.

"Ya dapet segitu banyak paling buat jajan aja, sebagian ditabung juga. Ya jadi nggak minta jajan sama orang tua, tapi kadang masih minta juga," tuturnya.

Ravicky juga mengaku sering kewalahan menangani klien yang masuk. Sampai akhirnya dia juga melempar kerjaan itu ke temannya yang juga mumpuni dalam game MLBB maupun PUBG Mobile. Ini kembali jadi bukti, bisnis jasa joki game online makin subur.

(das/dna)