RI Bakal Punya Alat Deteksi Corona via Hembusan Napas

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 11:17 WIB
Tes serologi merupakan pemeriksaan untuk mengetahui antibodi dalam darah. Tes ini diketahui dapat menjadi acuan untuk deteksi awal indikasi infeksi virus Corona
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Inovasi karya anak bangsa di bidang alat kesehatan terus berkembang. Misalnya proses pembuatan alat pendeteksi COVID-19 yang menggunakan darah hingga hembusan napas.

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menyebut inovasi anak bangsa di bidang alat kesehatan harus terus dilakukan. Misalnya saat ini seperti produk PCR tes dan rapid test yang sudah berhasil dikembangkan.

Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan saat ini juga sedang dikembangkan rapid test yang lebih akurat dan lebih tinggi sensivitasnya.

"Rapid test yang baru ini bisa lebih akurat untuk membantu mengetahui kondisi kita yang sebenarnya, tapi masih berbasis antibodi ya," kata dia dalam wawancara dengan detikcom, Selasa (6/10/2020).

Dia menyebutkan sedangkan untuk alat pendeteksi Corona juga sedang dikembangkan inovasi baru dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama GeNose.

"Dari UGM ini ada GeNose apakah dia terinfeksi itu bisa dilihat dari hembusan napas. Nanti dianalisa menggunakan mesin berbasis Artificial Inteligence (AI) dalam waktu kurang dari dua menit bisa tahu ini orang COVID atau tidak," kata dia.

Bambang menjelaskan saat ini GeNose sudah melakukan uji klinis tahap 1 dengan 97% tingkat akurasinya. Selain cepat melakukan deteksi dan memiliki akurasi tinggi, penggunaan alat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tes usap PCR. Satu unit GeNose yang diperkirakan seharga Rp40 juta dapat digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan.

Sebelumnya peneliti GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, memaparkan GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas melalui embusan napas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Setelah melalui uji klinis tahap pertama, saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua.

(kil/ang)