Karyawan Amazon hingga Google Patungan Dukung Trump dan Biden

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 07 Okt 2020 12:21 WIB
President Donald Trump and Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)
Foto: AP/Julio Cortez
Jakarta -

Karyawan raksasa teknologi Amazon, Apple, Facebook, perusahaan induk Google Alphabet, Microsoft, dan Oracle dikabarkan memberikan dukungan luar biasa kepada calon presiden Joe Biden dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jelang pemilihan November.

Dikutip dari Business Insider, Rabu (7/10/2020) dukungan itu berupa uang yang dikumpulkan secara kolektif. Dukungan untuk Biden telah terkumpul sebesar US$ 4.787.752 setara Rp 70 miliar (kurs Rp 14.855) dan US$ 239.527 atau Rp 3,5 miliar untuk Trump.

Data tersebut berasal dari Federal Election Commission (FEC), sebuah lembaga yang mewajibkan orang-orang yang menyumbangkan US$ 200 (Rp 2,9 juta) atau lebih untuk kampanye presiden.

Dari 1,4 juta orang yang bekerja di perusahaan teknologi tersebut, kurang dari 5.300 orang yang terlibat dalam pendanaan kampanye ini. Jumlah itu belum termasuk orang yang memberikan sumbangan lebih kecil dari US$ 200.

Berdasarkan data FEC, dari enam perusahaan teknologi yang terlibat induk perusahaan Google, Alphabet secara kolektif berkontribusi paling besar untuk Biden, dengan sumbangan US$ 1,8 juta. Karyawan Oracle secara kolektif memberikan kontribusi paling sedikit, dengan US$ 204.208 untuk kampanye Biden.

Namun, 20% karyawan Oracle ada yang menyumbang untuk mendukung Trump. Sedangkan, Microsoft menyumbangkan total uang paling banyak US$ 75.428 (Rp 1,1 miliar) untuk kampanye Trump.

Para pemimpin dari beberapa perusahaan terbesar di industri telah mendukung Trump, seperti salah satu pendiri Oracle Larry Ellison, meskipun sebagian besar karyawan Ellison mendukung Biden. Terlepas dari siapa yang menang, dunia teknologi akan tetap di bawah pengawasan anggota parlemen.

(ara/ara)