Selama Pandemi Harta Orang Kaya Dunia Naik Jadi US$ 10,2 Triliun!

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 08:29 WIB
Ilustrasi Dolar AS
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kekayaan miliarder dunia mencapai rekor tertinggi barunya di tengah pandemi COVID-19 dan seiring rebound-nya saham teknologi yang juga meningkatkan kekayaan mereka. Kekayaan miliarder dunia meningkat menjadi US$ 10,2 triliun pada akhir Juli, naik dari puncak sebelumnya US$ 8,9 triliun pada tahun 2017, menurut laporan dari bank Swiss UBS dan PwC.

Jumlah miliarder pun ikut meningkat menjadi 2.189 orang sejak 2017 lalu.

Beberapa miliarder menjadi lebih kaya dengan cepat daripada yang lain. Pandemi telah mempercepat perbedaan kekayaan yang tumbuh antara inovator dalam teknologi, perawatan kesehatan dan industri, dan pengusaha di berbagai bidang seperti hiburan, layanan keuangan dan real estat, kata laporan itu.

Perbedaannya begitu kentara dalam dekade terakhir ini. Polarisasi antara miliarder inovator (teknologi) dan yang lainnya terutama terjadi pada akhir dekade ini di mana jumlah miliarder (inovator teknologi) meningkat dua kali lipat dan total kekayaan mereka hampir tiga kali lipat dari yang lain.

Dalam dua tahun terakhir, mereka yang menggunakan teknologi untuk mengubah model bisnis, produk, dan layanan mereka melangkah lebih maju. Krisis COVID-19 hanya semakin menonjolkan perbedaan ini.

Selama 2018, 2019 dan tujuh bulan pertama tahun 2020, total kekayaan miliarder teknologi meningkat 43% menjadi US$ 1,8 triliun, sementara miliarder kesehatan menikmati lonjakan 50% menjadi US$ 659 miliar.

Miliarder secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 19% dibandingkan periode yang sama, sedangkan mereka yang bergerak di bidang jasa keuangan, hiburan, materi, dan real estat mencatat peningkatan hanya sebesar 10% atau bahkan kurang.

Secara geografis, China daratan telah mengalami peningkatan kekayaan miliarder terbesar selama 10 tahun terakhir, naik sembilan kali lipat dibandingkan dengan yang terjadi di AS.

Pergeseran Tiongkok menuju ekonomi digital membuat orang-orang seperti pendiri Alibaba (BABA) Jack Ma dan Pony Ma dari Tencent (TCEHY) menjadi sangat kaya raya, karena manufaktur dan konstruksi taipan kini tengah tertinggal.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Harga Sembako 28 November 2020: di Setiap Daerah Rata-rata Stabil"
[Gambas:Video 20detik]