Setelah Akikah, AirAsia Kini Rambah Bisnis E-commerce dan Fintech

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 16:57 WIB
Sejak akhir Maret, sebagian besar armada AirAsia Group yang berjumlah 282 pesawat telah terparkir di beberapa bandara di Asia. Di antara jumlah tersebut terdapat 28 unit pesawat yang terparkir di 4 lokasi di Indonesia sejak 1 April 2020 yaitu Jakarta, Denpasar, Medan, dan Surabaya.
Foto: AirAsia
Jakarta -

Pandemi COVID-19 sepertinya membuat perusahaan maskapai AirAsia semakin kreatif. Bisnis maskapai yang semakin terpuruk membuat perusahaan melakoni jenis bisnis lainnya.

AirAsia pada akhir September kemarin secara mengejutkan mengumumkan bisnis barunya yakni akikah. Kini perusahaan itu kembali meluncurkan bisnis baru, kali ini di bidang e-commerce dan financial.

Melansir keterangan resmi perusahaan, AirAsia telah meluncurkan aplikasi super ASEAN, airasia.com. Aplikasi ini merupakan platform perjalanan, e-commerce dan finansial teknologi satu pintu dengan lebih dari 15 lini bisnis.

Airasia.com didukung oleh teknologi interline virtual yang memungkinkan pengguna memesan penerbangan point-to-point atau Multi-kota dengan maskapai penerbangan apa pun ke destinasi mana pun di seluruh dunia.

Selain itu, ada fitur Transfer-Sendiri juga tersedia untuk pemesanan tiket penerbangan dari berbagai maskapai dalam satu kode pemesanan. Perusahan mengklaim pengguna bisa hemat 20% dibandingkan dengan membeli tiket secara terpisah.

Sebelumnya diberitakan, Pendiri AirAsia Tony Fernandes dikabarkan sedang membangun aplikasi yang dia harapkan bisa menjadi super app berikutnya di kawasan. Langkah itu diambil seiring dengan merosotnya penumpang pesawat akibat pandemi COVID-19.

Tony berharap besutan bisnis itu bisa menyaingi Grab, GoJek dan WeChat sebagai aplikasi all-in-one untuk pengiriman makanan, belanja, pembayaran, hiburan, dan perjalanan.

Dalam wawancara dengan BBC, Fernandes mengatakan dia telah menghabiskan waktunya selama masa sulit ini untuk meningkatkan aplikasi AirAsia dan platform pembayaran perusahaan BigPay.

"Penurunan merupakan berkah tersembunyi dalam beberapa hal karena memungkinkan kami untuk lebih fokus pada hal itu. Menjalankan maskapai penerbangan menghabiskan banyak waktu kami, tetapi kami telah diberi kesempatan dan waktu untuk fokus pada bisnis digital kami," tuturnya.

Aplikasi AirAsia, yang juga melayani pengiriman pesan, telah diarahkan untuk dikembangkan menjadi aplikasi super seperti Grab yang berbasis di Singapura, Go-Jek di Indonesia dan Meituan China.

"AirAsia selalu menjadi perusahaan digital. Kami adalah salah satu maskapai penerbangan pertama yang menjual secara online. Itu ada dalam aliran darah kami," tambahnya.



Simak Video "Traveler Keliling Indonesia Cuma Bayar Rp 1,5 Juta di AirAsia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)