SoftBank Tanam Investasi Rp 3,1 T ke Startup Pendidikan ini

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2020 20:30 WIB
CHIBA, JAPAN - JUNE 18: Masayoshi Son, chairman and chief executive officer of SoftBank Corp speaks during a news conference on June 18, 2015 in Chiba, Japan. Softbank Corp. announced that its humanoid product, Pepper, developed by the companys Aldebaran Robotics unit, will be available for consumers at 198,000 yen on June 20, 2015. SoftBank Corp. also announced that  Alibaba Group Holding Limited and Foxconn Technology Group reached an agreement that Alibaba and Foxconn will each invest 14.5 billion in SoftBank Robotics Holdings Corp., to promote Softbanks robotic business including Pepper to the global market.  (Photo by Koki Nagahama/Getty Images)
Masayoshi Son, chairman and chief executive officer of SoftBank Corp (Foto: Getty Images)
Jakarta -

SoftBank baru saja menginvestasikan US$ 215 juta setara Rp 3,1 triliun (kurs Rp 14.802/US$) di saham start-up pendidikan asal Norwegia, Kahoot. Aksi investasi membuat SoftBank berhak memegang 9,7% saham di perusahaan tersebut.

Adapun alasan dibalik aksi SoftBank tersebut karena permintaan untuk platform belajar online kini tengah meroket selama adanya pandemi virus Corona (COVID-19).

Perusahaan yang berbasis di Oslo itu mengatakan pada Selasa bahwa mereka telah setuju untuk menjual 43 juta sahamnya dengan harga 46 krone Norwegia atau sekitar US$ 5 setara Rp 74.010 per lot saham ke SoftBank.

Kahoot berencana untuk menggunakan dana yang dikumpulkan dari kesepakatan itu untuk mendorong pertumbuhan melalui kemitraan baru, usaha patungan dan akuisisi, kata CEO Eilert Hanoa dikutip dari CNBC.

"Ini semua tentang peralihan umum dalam pola pikir dari alat digital menjadi serangkaian fitur tambahan yang bagus untuk dimiliki di sekolah dan ruang kelas, menjadi mungkin alat paling penting yang dapat mereka gunakan untuk menciptakan keterlibatan," kata Hanoa dalam sebuah wawancara, Selasa (13/10/2020).

Untuk diketahui, Kahoot didirikan sejak tahun 2012 lalu. Kahoot adalah layanan pembelajaran online berbasis game yang memungkinkan pemain membuat dan mengambil bagian dalam bentuk kuis pilihan ganda.

Di satu sisi bisnis ini fokus pada sekolah dan pembelajaran di rumah, sementara sisi lainnya fokua pada klien korporat yang ingin membuat sesi pelatihan dan presentasi.

Teknologi pendidikan atau "edtech," telah berkembang pesat sepanjang tahun ini karena pandemi virus Corona memaksa sekolah tutup sementara dan meningkatkan permintaan pembelajaran jarak jauh secara daring.

Hal itu menarik perhatian investor, Microsoft, misalnya telah menginvestasikan lebih dari US$ 1 juta di perusahaan rintisan komputasi berbasis di Inggris, Kano, untuk saham minoritas. Dan Kahoot tidak terkecuali, mendapatkan putaran pendanaan us$ 28 juta pada bulan Juni lalu.

Saham perusahaan yang terdaftar di Pasar Merkur Oslo itu telah meroket lebih dari 150% sejak awal tahun. Hanoa mengatakan perusahaan sekarang berencana untuk meluncurkan penawaran umum perdana penuh (IPO) di pasar saham utama Norwegia pada awal 2021 mendatang.

"Kami telah mengumpulkan sekitar 8.000 pemegang saham baru. Kami yakin, dengan melakukan IPO ulang pada daftar utama di Bursa Efek Oslo, kami dapat memperluas basis investor lebih jauh," ucap Hanoa.

Saham Kahoot melonjak hampir 12% dalam perdagangan pagi Selasa kemarin karena berita investasi SoftBank di perusahaan tersebut. Kahoot sekarang memiliki nilai pasar 19,9 miliar krone Norwegia atau sekitar US$ 2,2 miliar.

(dna/dna)