Didominasi Pengangguran, Kartu Prakerja Diklaim Tepat Sasaran

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 14:09 WIB
Pengangguran
Ilustrasi/Foto: Fuad Hasim
Jakarta -

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari menegaskan, program Kartu Prakerja sudah tepat sasaran. Dalam hal ini, ia ingin menjawab banyak keraguan yang menilai Kartu Prakerja tak tepat sasaran.

"Peserta, banyak yang ragu ini pesertanya tepat atau tidak. Bapak-ibu sekalian, kami bisa sampaikan secara umum bahwa peserta program Kartu Prakerja tepat sasaran," tegas Denni dalam seminar Kartu Prakerja untuk Akselerasi Inklusi Keuangan yang disiarkan virtual, Rabu (14/10/2020).

Adapun hal itu ia buktikan dengan hasil evaluasi dari survei yang diisi oleh 1,2 juta penerima Kartu Prakerja. Survei itu dilakukan pada periode 5 Agustus sampai 26 September 2020. Menurut Denni, 79% dari penerima yang sudah mengisi survei berusia 18-35 tahun. Sementara, penerima yang berusia 55 tahun ke atas hanya sekitar 2%.

Hasil evaluasi survei itu juga menunjukkan, 87% penerima adalah pengangguran. Sementara, sisanya yang masih bekerja, 81% bekerja di sektor informal dengan pendapatan rata-rata Rp 1,3 juta per bulan.

"Pendapatan mereka rata-rata hanya Rp 1,3 juta per bulan, di bawah upah minimum. Sehingga insentif Rp 600 ribu/bulan itu bisa membantu almost 50% dari spending per bulan. Kemudian 79% punya tanggungan, jadi tidak sepenuhnya single. Artinya apa? Ketika kita membantu orang ini, sebenarnya dia membantu juga keluarganya," papar Denni.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan pelatihan yang tersedia bermanfaat bagi penerima. Bahkan, ada penerima yang sampai mengambil 18 pelatihan.

"Jadi pelatihan itu bermanfaat. 73% belum pernah dapatkan pelatihan tersebut. Jadi persis sama dengan data BPS. Ada anak sampai ambil 18 tes. Karena ada pelatihan yang harganya Rp 45 ribuan, dan ada yang diskon. Dan sisanya saldo yang masih banyak, jadi mereka bisa optimalkan pelatihan dengan sisa saldo," urainya.

Terakhir, mengenai dampak pelatihan Prakerja, Denni mengatakan 11% penerima sudah bekerja dari yang semua menganggur.

"Kemudian 47% yang semula bekerja, tetap bekerja. Jadi Kartu Prakerja membantu mempertahankan status bekerja, dan membantu mengurangi pengangguran," tutup dia.

(eds/eds)