JPMorgan Peringatkan Ancaman Resesi Berkelanjutan di AS

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 21:45 WIB
People wearing face masks walk by an electronic stock board of a securities firm in Tokyo, Monday, Aug. 3, 2020. Asian shares were mixed on Monday, as investors watched surging numbers of new coronavirus cases in the region, including in Japan. (AP Photo/Koji Sasahara)
Foto: AP/Koji Sasahara
Jakarta -

CEO JPMorgan, Jamie Dimon mengingatkan Amerika Serikat (AS) soal ancaman resesi double-dip atau resesi berkelanjutan yang diselingi beberapa periode pertumbuhan dan memburuk lagi sebelum pulih sepenuhnya.

Dimon mengatakan bahwa resesi double-dip akan menyebabkan AS mengalami penderitaan yang luar biasa besar.

"Jika Anda melakukan double-dip, akan ada rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa," kata Dimon dikutip dari CNN, Rabu (14/10/2020).

Pernyataan JPMorgan tersebut mengejutkan Wall Street dengan aksi ambil untung. Dimon menilai pemerintah dan senat sejauh ini gagal mencapai kesepakatan untuk putaran stimulus fiskal lainnya.

"Paket stimulus yang layak akan membantu karena itu akan menurunkan kemungkinan resesi ganda dan meminimalkan kerusakan yang terjadi pada bisnis kecil dan pengangguran AS," tuturnya.

Presiden AS Donald Trump mengejutkan Wall Street minggu lalu dengan secara sepihak membatalkan pembicaraan stimulus. Proposal stimulus Trump senilai US$ 1,8 triliun jauh dari tagihan US$ 2,2 triliun yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Proposal Trump menghadapi tentangan tajam dari Ketua DPR Nancy Pelosi serta Partai Republik di Senat.

(eds/eds)