Neraca Dagang RI Surplus dengan AS, tapi Keok Sama China

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 09:15 WIB
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.
Foto: Pradita Utama

Dengan Ukraina defisit US$ 140,1 juta karena nilai ekspornya US$ 25,4 juta dan impornya US$ 165,5 juta. Sedangkan dengan Brasil defisit US$ 119,3 juta. Hal itu berasal dari nilai ekspor sebesar US$ 106,4 juta dan nilai impornya US$ 225,7 juta.

"Sebaliknya dengan Tiongkok kita defisit US$ 879,2 juta, lalu dengan Ukraina dan Brasil," ungkapnya.

Sementara neraca perdagangan Indonesia sendiri mengalami surplus US$ 2,44 miliar hingga September 2020. Hal itu dikarenakan nilai ekspornya US$ 14,01 miliar sedangkan impornya US$ 11,57 miliar.

Jika dikumulatifkan dari Januari-September 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 13,51 juta. Di mana total nilai ekspor US$ 117,19 miliar dan nilai impor sebesar US$ 103,68 miliar.

Halaman

(hek/fdl)