Nambah US$ 9 T, Pendapatan Dunia Jadi 'Segar' karena Vaksin Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 10:44 WIB
Pertemuan tahunan IMF
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta -

Kerja sama internasional vaksin COVID-19 dapat mempercepat pemulihan ekonomi dunia, serta menambah US$ 9 triliun ke pendapatan global pada tahun 2025. Demikian disampaikan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva.

Mengutip Reuters, Jumat (16/10/2020), Georgieva juga meminta Amerika Serikat (AS) dan China untuk menjaga stimulus ekonomi yang kuat untuk mendorong pemulihan global.

Dia menekankan perlunya vaksin didistribusikan secara merata di seluruh dunia baik di negara berkembang maupun negara kaya. Hal itu untuk meningkatkan kepercayaan dalam perjalanan, investasi, perdagangan, dan aktivitas lainnya.

"Jika kami dapat membuat kemajuan pesat di mana-mana, kami dapat mempercepat pemulihan. Dan kita dapat menambahkan hampir US$ 9 triliun ke pendapatan global pada tahun 2025, dan itu pada gilirannya dapat membantu mempersempit kesenjangan pendapatan antara negara-negara kaya dan miskin," kata Georgieva.

"Kami membutuhkan kerja sama internasional yang kuat dan ini yang paling mendesak saat ini untuk pengembangan dan distribusi vaksin," sambungnya.

Akses yang adil dan terjangkau pada terapi dan vaksin COVID-19 secara global akan menjadi kunci untuk menghindari dampak jangka panjang pada ekonomi dunia menurut pernyataan Komite Moneter dan Keuangan Internasional IMF.

Lebih lanjut, Georgieva juga meyakini Kongres AS dan Gedung Putih pada akhirnya akan menyetujui paket pengeluaran lain, tetapi tidak yakin tentang waktunya. Sementara itu, dia bilang, sekitar US$ 3 triliun stimulus AS sudah digelontorkan dan memberi dampak positif.

"Telah menjadi dorongan positif yang penting dan kami ingin melihat bagaimana hal itu akan dilanjutkan lagi," katanya.

(acd/fdl)