Jurus Pengusaha Mal Bertahan dari Kejamnya Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 10:30 WIB
Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menetapkan batasan kapasitas paling banyak 50 persen pengunjung. Begini penampakannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pandemi COVID-19 (Corona) membuat seluruh penduduk di dunia harus bisa beradaptasi dengan keadaan, termasuk para pengusaha. Mereka pun harus beradaptasi agar bisnis yang dijalankannya tidak gulung tikar.

Upaya mempertahankan bisnis juga sedang dilakukan pengusaha mal yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Ada beberapa strategi yang dilakukan pengusaha mal mempertahankan bisnisnya.

Wakil Ketua Umum DPP APPBI, Alphonzus Widjaja mengatakan waktu pemulihan bisnis pusat perbelanjaan baru terjadi setelah vaksinasi virus COVID-19 dilaksanakan. Perkiraannya baru terjadi pada kuartal III-2021.

"Baru bisa beralih menuju normal ketika vaksinasi dilaksanakan, kalau belum asosiasi proyeksi belum normal. Kuartal I produksi vaksin, kuartal II pelaksanaannya, karena pelaksanaanya juga tidak ringan sehingga diperkirakan butuh waktu juga. Baru di kuartal III atau semester II-2021 nanti baru pulih," katanya dalam webinar MarkPlus, Jumat (16/10/2020).

Sebelum menuju waktu normal, Alphonzus mengatakan pengusaha mal perlu menyiapkan beberapa strategi. Pertama, mengubah konsep pusat perbelanjaan itu sebagai hub. Dia menjelaskan, hub di sini adalah tidak lagi mengutamakan belanja menjadi kegiatan utama di dalam pusat perbelanjaan.

"Banyak mal yang sukses memposisikan dirinya shopping plus sesuatu. Kalau yang ekstrim misalnya Singapura, Hong Kong, Tokyo, ada tambahannya lagi hub koneksi, apartmen, office, stasiun MRT. Jadi dari mal ke MRT otomatis di lewati, sebaliknya, mau ke office dan apartemen lewat mal, jadi fungsi mall nya bertambah," katanya.

Kedua, mengedepankan sektor kesehatan. Alphonzus menjelaskan setiap tenant maupun pengelola pusat perbelanjaan harus memberikan jaminan kesehatan bagi para pengunjungnya.

"Bukan dari sisi gedungnya saja ya, tapi protokol kesehatan, dari sisi makanan, produknya akan semua didominasi ke health. Jadi teman-teman ritel membuat produk harus ada unsur healthy. Lalu dari konsep gedung akan mengarah ke green dan alami," jelasnya.

Mengubah konsep penataan bangunan menjadi semi terbuka juga bisa jadi pilihan strategi Ketiga yang bisa ditempuh pelaku usaha. Keunggulan pusat perbelanjaan dengan konsep ini adalah memberikan rasa aman bagi pengunjung karena antara satu kios dengan kios lainnya tidak tampak berdekatan.

Selain itu, kesan lapang dan hijau pada pusat perbelanjaan semi terbuka juga memberikan suasana yang lebih segar.

"Bahwa sekarang ini konsep outdoor atau semi stand alone itu akan diserbu, beberapa anggota kami itu traffic-nya tidak turun bahkan lebih tinggi, karena konsep green seakan-akan lebih aman untuk berbelanja, itu traffic-nya bisa dibuktikan. Inilah kurang lebih elemen yang akan menguasai pusat," tambahnya.

Bagaimana dengan beralih ke sistem online? Langsung klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2