Gegara Pandemi, 2 Juta Pelaku UMKM Pindah Berjualan di 'Langit'

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 14:37 WIB
Belanja online
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah memaksa para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mengadaptasi digital pada bisnisnya. Mereka yang ingin bertahan, mau tidak mau harus masuk ke pasar online.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, digital ekonomi sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Peluang itulah yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku UMKM.

"Kita perlu melakukan transformasi dari UMKM konvensional atau offline ke online. Ini penting karena digital market itu mau tidak mau menjadi masa depan kita," ujarnya dalam Festival Ide Bisnis detikcom yang disponsori PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Senin (19/10/2020).

Teten menggambarkan, potensi pasar digital di Indonesia mencapai Rp 1.800 triliun di 2025 dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Dia berharap pelaku UMKM dalam negeri bisa memanfaatkan potensi yang besar itu.

"Jangan sampai direbut dan dimanfaatkan oleh produk dari luar," tambahnya.

Meski begitu, menurut Teten pandemi COVID-19 telah mendorong pelaku UMKM masuk ke pasar digital. Menurut catatannya saat ini ada sekitar 2 juta pelaku UMKM yang baru masuk berjualan ke platform digital yang totalnya saat ini sudah mencapai 10,25 juta UMKM.

"Jadi selama pandemi ini ada penambahan sebanyak 2 juta UMKM yang terhubung di digital. Dari 12% sekarang jadi 16%, atau 10,25 juta pelaku usaha mikro yang terhubung dengan digital," terangnya.

Menurut Teten angka penetrasi UMKM di pasar digital itu masih terbilang rendah. Sehingga pemerintah masih akan terus berupaya mendorong para UMKM untuk menyentuh pasar digital.

(das/dna)