Aduh! Bos Perusahaan Ini Terlibat Penggelapan Pajak Rp 29 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 17:17 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pengusaha teknologi asal Texas Robert T. Brockman didakwa atas kasus penggelapan pajak senilai US$ 2 miliar setara Rp 29 triliun (kurs Rp 14.740). Menurut penegak hukum AS, penggelapan pajak yang dilakukan Brockman menjadi yang terbesar di AS.

Dikutip dari CNN, Senin (19/10/2020) CEO perusahaan perangkat lunak Reynolds & Reynolds itu didakwa atas tuduhan menggelapkan pendapatan Internal Revenue Service senilai US$ 2 miliar selama 20 tahun. Selain itu Brockman juga dituduh telah menipu investor US$ 68 juta.

Dakwaan diajukan awal bulan ini di Distrik Utara California. Sederet tuduhan terhadap Brockman termasuk dirinya yang telah mengoperasikan jaringan kompleks perusahaan asing dan rekening bank. Dia juga menciptakan sebuah sistem email terenkripsi dan menggunakan kata-kata sandi seperti Permit, Red Fish, dan Snapper untuk berkomunikasi.

Selain itu, ia juga menggunakan pendapatan kena pajak yang tidak dilaporkan untuk membeli kapal pesiar mewah Turmoil. Brockman juga dituduh telah meminta manajer keuangan untuk menghadiri konferensi pencucian uang dengan identitas samaran dan membujuk pengelola uang untuk menghancurkan dokumen dan media elektronik dengan palu.

"Jumlah dolar itu saya belum pernah melihat pola keserakahan dan penyembunyian ini selama lebih dari 25 tahun saya sebagai agen khusus," kata kepala Unit Investigasi Kriminal IRS, Jim Lee.

Menurut laporan dari Wall Street Journal, Brockman muncul di pengadilan federal Jumat lalu, di mana dia mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan dan dibebaskan dengan jaminan US$ 1 juta.

"Kami berharap dapat membelanya dari tuduhan ini," kata Kathryn Keneally, penasihat Brockman.

Juru bicara Reynolds & Reynolds mengatakan tuduhan dalam dakwaan fokus pada kegiatan yang dilakukan Brockman di luar tanggung jawab profesionalnya dengan Reynolds & Reynolds

"Perusahaan tidak dituduh melakukan kesalahan apa pun, dan kami yakin dengan integritas dan kekuatan bisnis kami," kata juru bicara Reynolds & Reynolds.

Pihak berwenang mengatakan jika terbukti bersalah, Brockman menghadapi periode penahanan yang substansial. CEO Robert Smith dari Vista Equity Partners juga akan menerima tanggung jawab atas perannya dalam skema dugaan penggelapan pajak dan menyetujui perjanjian non-penuntutan.

Para pejabat mengatakan Smith telah menyembunyikan uang di rekening luar negeri di Belize dan Nevis. Smith menggunakan penghasilannya yang belum dikenakan pajak untuk membeli rumah peristirahatan di Sonoma, properti ski di Pegunungan Alpen Prancis.

Selain itu untuk memberikan sumbangan amal termasuk pemeliharaan rumah di Colorado untuk anak-anak di dalam kota dan para veteran yang terluka.

Sebagai bagian dari penyelesaian dengan Departemen Kehakiman jika Smith ingin keluar dari tuntutan dia harus membayar US$ 139 juta dalam bentuk pajak dan denda, meninggalkan klaim pengembalian uang pelindung sebesar US$ 182 juta, dan membayar bunga.

(ara/ara)