Rintis Bisnis Bareng Partner? Ini Tipsnya biar Langgeng

Herdi Alif Hakim - detikFinance
Senin, 19 Okt 2020 17:43 WIB
ilustrasi anak muda bisnis
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Pendiri gerai minuman kekinian, Haus! Gufron Syarif mengatakan pengusaha tidak bisa egois dalam merintis bisnis. Menurutnya, pengusaha harus bisa mencari partner dalam merintis bisnis.

Pasalnya, seorang pebisnis belum tentu bisa melakukan semua hal yang diperlukan. Gufron mencontohkan dirinya, dia bercerita dirinya hanya tertarik dan memiliki keahlian di bidang pemasaran dan branding.

Namun bisnis, butuh keahlian lainnya, mulai dari mengurus sumber daya manusia hingga keuangan. Dari situ lah dia mengajak kawannya untuk ikut menggarap bisnis Haus.

"Jadi harus tahu kekuatan dan kelemahan kita, saya nih misalnya passion saya adalah marketing and branding. Menurut saya daripada kuasai semuanya lebih baik fokus ke kekuatan kita aja, oleh karena itu saya butuh partner untuk isi kekosongan keahlian yang nggak saya kuasai," ujar Gufron dalam Festival Ide Bisnis detikcom yang disponsori PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Senin (19/10/2020).

Dia mencontohkan misalnya dalam mengurus sumber daya manusia, dia mengajak kawannya Daman Wijaya untuk bergabung dalam merintis Haus!. Bukan orang main-main, Daman pernah belasan tahun mengurus sumber daya manusia di perusahaan besar.

"Misalnya urus SDM, akhirnya saya ajak teman saya yang punya kekuatan di sana. Saya ajak lah mas Daman, dia itu 15 tahun jadi HR di Frisian Flag, dia kuasai ilmunya, punya pengalamannya, punya networknya," kata Gufron.

"Jadi usaha bareng kan berbagi keuntungan kan, jadi saya berbagi keuntungan, saya tukar dengan knowledge-nya partner saya," ujarnya.

Kemudian, dalam mencari partner bisnis juga harus mencari orang yang memiliki visi misi yang sama. Hal ini penting agar perjalanan bisnis bisa sejalan.

"Kalau yang satu punya target, dia kan akan effort, nah kalau yang satu nggak sama misalnya itu nggak akan berjalan. Makanya selain saling melengkapi keahlian, visi misi harus sama," ujar Gufron.

Gufron juga mengingatkan dalam menjalankan bisnis ada baiknya selalu gunakan data apabila ingin mengambil keputusan bisnis. Dia mengungkapkan kini pihaknya sering menyewa jasa survey untuk menghasilkan data yang bisa menunjang pengambilan kesimpulan.

"Usahakan dalam menjalankan usaha pakai data kalau mau ambil keputusan. Ini penting, kayak misalnya kita mau ekspansi kita sewa jasa survei untuk data sejauh apa pasar kita," ungkap Gufron.

(eds/eds)