UMKM Kalah Sebelum Tanding di Bisnis Online

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 08:45 WIB
Banyuwangi Dorong UMKM Segera Daftar Banpres Produktif Usaha Mikro Rp 2,4 juta
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah memaksa para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar digital. Namun sayang banyak dari pelaku UMKM yang kalah sebelum bertanding di area pasar digital.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pola yang ada saat ini para pelaku UMKM sebelum masuk ke pasar digital mereka mulai berjualan di media sosial. Setelah pasarnya terbentuk di media sosial baru setelah itu mereka masuk ke platform digital.

Namun sayangnya, banyak dari mereka yang tidak siap ketika masuk ke pasar digital. Salah satunya terkait SDM dan produksi.

"Dari catatan kami yang juga bekerja sama dengan platform digital, kegagalan UMKM tinggi karena rata-rata kapasitas produksi mereka masih kecil dan tidak sanggup memenuhi permintaan dalam pasar yang lebih besar," tuturnya dalam Festival Ide Bisnis detikcom yang disponsori PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Senin (19/10/2020).

Kedua, lanjut Teten, ada faktor persaingan. Sebab tidak sedikit dari merek-merek besar yang juga masuk ke platform digital seperti e-commerce. Sehingga mereka sulit untuk bersaing.

Meski begitu, menurut Teten, Pandemi COVID-19 memberikan peluang tersendiri bagi pelaku UMKM untuk memenangkan pasar digital. Salah satu yang diperlukan adalah reorientasi bisnis dengan melakukan adaptasi dengan kondisi yang ada saat ini.

"UMKM yang bisa bertahan adalah UMKM yang bisa melakukan inovasi produk. Kalau pola konsumsi masyarakat sekarang orang fokus belanja kebutuhan primer, kebutuhan pokok, makan minum dan alat kesehatan diri. Banyak di awal pandemi pengrajin batik untuk pesta dan kegiatan resmi. Tapi karena pandemi orang tidak lagi ke pesta dan kantor, omzetnya turun, banyak yang ngeluh. Tapi mereka banting stir jadi produksi pakaian rumah, daster, celana pendek. Omzetnya naik lagi," terangnya.

Teten juga memberikan contoh, saat ini banyak pengusaha restoran dan cafe yang mengeluhkan kehilangan pendapatan karena PSBB. Namun sebagian dari mereka bisa bertahan dengan berjualan makanan setengah jadi.

Meski begitu, selama pandemi COVID-19 melanda Indonesia, ada sekitar 2 juta UMKM baru masuk ke platform digital. Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2