Jelang Pemilu, Trump Tambah Subsidi untuk Sektor Pertanian

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 10:08 WIB
President Donald Trump gestures while speaking during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)
Foto: AP/Julio Cortez
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus memberikan subsidi kepada pertanian AS jelang pemilu 3 November 2020. Subsidi itu diproyeksi akan menyumbang lebih dari sepertiga pendapatan pertanian pada 2020.

Dikutip dari Reuters, (20/10/2020) program bantuan itu bisa menjadi kunci suksesnya Trump untuk memikat suara dari petani di negara bagian AS, seperti Wisconsin, Ohio, Iowa dan Minnesota. Sejauh ini sejumlah negara bagian itu menjadi perebutan dua kubu calon presiden AS untuk mengambil suara dari petani di sana.

Sejak Trump melakukan perang dagang, dia terus memberikan program bantuan kepada petani AS agar mereka tetap bertahan. Pembalasan yang dilakukan China dengan memengaruhi tarif impor mereka menyebabkan ekspor pertanian AS mengalami kerugian miliaran dolar.

Program batuan yang gelontorkan Trump untuk petani, mulai dari bantuan asuransi tanaman jangka panjang hingga kompensasi untuk mengganti kerugian penjualan akibat perang dagang. Bantuan itu terus meningkat setiap tahunnya selama Trump menjabat.

Kerugian yang dialami petani juga dirasakan terhadap kebijakan Trump yang membebaskan beberapa peyuling minyak untuk mencampurkan etanol ke bahan bakar mereka. Petani mengatakan hal itu menyebabkan permintaan jagung untuk biofuel atau bahan bakar hayati menurun.

Penantang Joe Biden dan pasangannya, Senator AS Kamala Harris berjanji akan menyelesaikan masalah biofuel dan menjanjikan pendekatan yang lebih multilateral untuk perdagangan internasional. Namun, banyak petani berasumsi bahwa subsidi lebih dibutuhkan dan itu membuat mereka akan memilih Trump.

"Saya sangat khawatir jika Biden-Harris terpilih. Saya tidak yakin bahwa kami akan diurus juga, setidaknya untuk jangka pendek," kata Roger Hadley, seorang jagung dan kedelai di Indiana.

Menurut petani bantuan dari Trump telah memberi mereka kompensasi di tengah anjloknya penjualan yang disebabkan oleh perang dagang. Bantuan juga membantu meringankan dampak menurunnya pasar etanol saat pertani tidak lagi menggunakan bahan bakar selama pandemi COVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2