Pendapatan IBM Anjlok 2,6%, Sejumlah Proyek Tertunda

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 11:06 WIB
The logo of IBM is seen on a computer screen in Los Angeles, California, United States, April 22, 2016. REUTERS/Lucy Nicholson/File Photo
Foto: Reuters/Lucy Nicholson
Jakarta -

Pendapatan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) International Business Machines Corp (IBM) naik tipis dari perkiraan Wall Street untuk kuartal-III 2020. Namun, pendapatan itu tercatat anjlok dari kuartal sebelumnya.

Menurut data dari Refinitiv pendapatan total IBM turun 2,6% menjadi US$ 17,56 miliar setara Rp 258,5 triliun (kurs Rp 14.770) pada kuartal-III, tetapi angka itu naik tipis dari perkiraan analis sebesar US$ 17,54 miliar (Rp 258,2 triliun). Saham IBM tercatat turun 3% setelah pendapatan perusahaan hanya naik tipis dari perkiraan.

Dikutip dari Reuters, Selasa (20/10/2020) Chief Financial Officer IBM James Kavanaugh mengatakan penurunan pendapatan menyebabkan beberapa proyek tertunda dan banyak konsumen menunda pembelian. Dia menambahkan penurunan juga disebabkan oleh mandeknya pemulihan ekonomi global dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19.

Bisnis IBM berfokus menyediakan perangkat keras, perangkat lunak, layanan berbasis cloud, dan komputasi kognitif. Meski mengalami penurunan pada pendapatan totalnya, pendapatan pada bisnis cloud naik 19% menjadi US$ 6 miliar (Rp 88 triliun) pada kuartal-III, mengimbangi kelemahan di banyak bisnis lainnya.

Peningkatan bisnis cloud IBM semakin menggarisbawahi fokus perusahaan pada solusi cloud hybrid dan AI. Kedua bisnis itu telah sama-sama menyumbang lebih dari setengah pendapatan perusahaan. Namun, penjualan total perusahaan turun 3,1%.

Segmen layanan teknologi global, unit terbesar IBM yang melayani beberapa pusat data terbesar di dunia, melaporkan penurunan pendapatan sebesar 4% menjadi US$ 6,5 miliar (Rp 95,6 triliun).

(fdl/fdl)