Sri Mulyani Tolak Pajak Mobil Baru 0%, Pedagang Mobil Bekas Girang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 20 Okt 2020 16:41 WIB
Kebiasaan baru atau new normal rupanya tidak berpengaruh dengan angka penjualan mobil bekas. Kini pengusaha mobil bekas pun mulai menjerit.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menolak pemberian pajak mobil baru 0%. Hal ini disambut baik oleh pedagang mobil bekas.

Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengungkapkan keputusan Sri Mulyani bukan cuma menjadi angin segar buat pedagang mobil bekas. Namun, mengembalikan situasi ke jalan yang benar.

"Ini bukan cuma angin segar aja namanya, ini kembali ke jalan yang benar. Jangan lah bikin yang nggak-nggak, 0% segala macam, ngawur benar itu," ungkap Herjanto kepada detikcom, Selasa (20/10/2020).

Herjanto mengatakan, saat wacana pajak 0% untuk mobil baru bergulir pihaknya sempat kelabakan. Pasalnya, banyak orang yang menahan membeli mobil.

Namun, dampak instan langsung terjadi usai Sri Mulyani menyatakan pajak 0% untuk mobil baru ditolak usulannya. Menurutnya, di hari yang sama usai pernyataan Sri Mulyani, banyak orang berbondong-bondong membeli mobil bekas.

"Dampaknya kemarin itu bikin orang menunda beli, beli mobil second ditunda, kalau sampai jadi pasti batal itu beli mobilnya. Semua orang kan nahan, begitu Sri Mulyani bilang nggak boleh, langsung itu siang dan sorenya rame tempat kita," ungkap Herjanto.

Hal senada diungkapkan pemilik toko mobil bekas Nava Sukses Motor Jakarta, Fahmi. Menurutnya keputusan Sri Mulyani dinilai sangat tepat.

Dia mengatakan sebetulnya wacana pajak mobil baru 0% dinilai cuma menguntungkan segelintir pihak saja. Pihak-pihak tersebut adalah para pabrikan mobil, yang sudah memproduksi mobil tapi tidak laku.

"Sudah kita duga lama pasti dibatalkan, karena ini kebanyakan efek buruknya, ini tuh wacananya cuma menguntungkan produsen yang nyetak mobil aja. Karena mau nggak mau dia harus jual kan, makanya mereka lobi minta cara itu agar stok itu terjual," ungkap Fahmi kepada detikcom.

(ara/ara)