Airlangga Pede Resesi RI Tak bakal Lama

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 19:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sudah mengakui bahwa Indonesia akan masuk jurang resesi tahun ini. Namun dia tampak yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa segera bangkit.

Airlangga sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus di kuartal III-2020 sehingga masuk jurang resesi. Namun ekonomi Indonesia diprediksi akan kembali tumbuh hingga 5% pada tahun depan.

"Indonesia memang dibandingkan dengan negara lain kontraksinya minus 5,3% di kuartal II dan sebentar lagi akan ada result daripada kuartal III. Di sini berbagai lembaga melihat kita tetap minus tetapi diharapkan kuartal IV kita masuk bisa minus 1 sampai positif 0,4%. Di 2021, berbagai lembaga sudah melihat bahwa kita positif sekitar 5%, 4,5% sampai 5%," katanya dalam acara bertajuk 'Outlook 2021: The Year Opportunity', Rabu (21/10/2020).

Hal itu dikarenakan mulai terlihat adanya indikator pemulihan ekonomi yang terus berlangsung setelah kontraksi 5,2% pada kuartal II-2020. Dia pun membandingkan beberapa negara lain yang dinilai mengalami kontraksi lebih parah.

"Kalau kita lihat memang berbagai negara termasuk beberapa negara di Asia, Malaysia misalnya, Q2 turunnya minus 17,1%, Q3 juga diperkirakan minus. Kemudian Singapura minus 12%, Q3-nya juga minus 7% diperkirakan. India bahkan lebih dalam lagi minus 23% dan 11,25%," sebutnya.

Pemulihan ekonomi Indonesia 2021 dinilai semakin nyata jika keberadaan vaksin sudah bisa disuntikkan ke masyarakat.

"Tentu kita berharap di 2021 ini dimulai pemulihan ekonomi terutama apabila kita bisa mendapatkan akses vaksin yang memang sudah direncanakan," tandasnya.

(eds/eds)