Bansos Cuma Bertahan 2 Minggu buat Warga Bogor

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 15:23 WIB
Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencegah warga tidak mudik dan meningkatkan daya beli selama pandemi COVID-19 kepada warga yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Pemerintah Kota Bogor melakukan survei di tengah pandemi COVID-19 kepada warganya. Survei ini dilakukan untuk menentukan langkah kebijakan yang akan diambil untuk memulihkan ekonomi kota Bogor.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, secara rinci hasil survei tersebut. Menariknya, survei itu juga dilakukan untuk mengetahui penyaluran bantuan sosial (bansos).

Bima menjelaskan sebanyak 69,9% responden berpendapat bansos hanya cukup untuk 2 minggu. Bansos itu digunakan untuk memenuhi biaya kebutuhan sehari-hari, seperti kebutuhan pokok hingga untuk kebutuhan sekolah anak.

"Pertanyaan yang paling penting, pemerintah untuk mengatasi dampak ekonomi memberikan bansos kepada warga. Bansos itu habisnya berapa lama? Sebagian besar dari mereka ini bilang 2 minggu habis, sebanyak 69,9% responden. Bahkan ada yang bilang lebih cepat lagi hanya 1 minggu," ujarnya dalam acara MarkPlus Government Roundtable Series 2: Pemulihan Ekonomi di Jawa Barat, Kamis (22/10/2020).

"Itu pun hanya untuk kebutuhan sehari-hari, boro-boro untuk modal usaha," tambahnya.

Padahal berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 91,8% koresponden warga Bogor menyatakan sangat berminat untuk memulai usaha. Asalkan ada bantuan modal dari pemerintah.

Dari hasil survei tersebut, Bima menyatakan, APBD Kota Bogor ke depannya akan difokuskan untuk beberapa prioritas utama. Mulai dari program penguatan kesehatan, pemulihan ekonomi dan penguatan pendidikan.

Pemkot Bogor akan memanfaatkan sektor bisnis yang sedang booming di masa pandemi di Bogor. Mulai dari urban farming hingga wisata alam yang meningkat.

(das/eds)