Jokowi ke Kepala Daerah: Berikan Tone Positif soal Penanganan Corona

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 16:22 WIB
Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara HUT TNI ke-75 di Istana Negara pada 5 Oktober 2020
Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepala daerah (Pemda) untuk selalu terbuka kepada publik terkait kebijakan penanganan virus Corona (COVID-19) dan juga pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Saya minta gubernur, bupati, dan wali kota perlu terus memberikan tone yang positif, optimistis pada masyarakat. Sampaikan perkembangan kebijakan dan langkah-langkah penanganan pandemi COVID-19 setiap saat. Jelaskan program PEN yang telah dilakukan pemerintah dan pemda, bantuan, stimulus, hibah yang telah digulirkan, dan kepada siapa saja," ujar Jokowi dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi 2020 yang disiarkan virtual, Kamis (22/10/2020).

Bahkan, ia juga meminta Pemda menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan agama untuk menyebarkan optimisme dalam hal menghadapi pandemi COVID-19 ke publik.

"Gandeng tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama untuk membangun semangat optimisme di masyarakat, ajak masyarakat untuk saling membantu, mengingatkan, bergotong-royong menghadapi situasi sulit ini. Bangun harapan, bahwa dengan bersatu kita bisa menghadapi semua ini. Saya yakin insyaallah dengan semangat itu, kesehatan kita cepat pulih dan ekonomi bangkit," papar Jokowi.

Dalam hal kebijakan penanganan COVID-19, ia mengatakan pemerintah pusat sendiri sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui program PEN. Adapun upayanya mulai dari mendorong sisi suplai dan juga permintaan atau demand.

"Pemerintah pusat telah menyalurkan berbagai skema program perlindungan sosial dan bersifat cash transfer mulai dari PKH, Bansos tunai, BLT dana desa, Kartu Prakerja, subsidi gaji, banpres produktif utk bantuan modal UMKM, dan dengan berbagai skema bantuan sosial tersebut diharapkan akan meningkatkan konsumsi rumah tangga, menaikkan demand dan akhirnya mendorong tumbuhnya suplai," urai Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan tingkat inflasi juga harus dijaga agar dunia usaha bisa tetap produktif untuk meningkatkan kinerja dari sisi suplai.

"Inflasi harus kita jaga pada titik keseimbangan agar memberikan stimulus pada produsen untuk tetap berproduksi," tutupnya.

(hns/hns)