Canda Tito Karnavian: Louis Vuitton-Hermes Kurang Laku Saat Pandemi

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 17:25 WIB
Mendagri Tito Karnavian angkat bicara soal lockdown yang akhir-akhir ramai dibicarakan. Apalagi setelah beberapa daerah menerapkan local lockdown. Menurut Tito, bagaimana seharusnya kepala daerah bersikap dan mengambil kebijakan?
Foto: 20detik
Jakarta -

Pandemi virus Corona (COVID-19) telah berdampak terhadap beberapa sektor bisnis. Kebutuhan sekunder seperti membeli barang-barang mewah yakni mobil, fesyen, lesu selama pandemi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan permintaan merek kelas dunia seperti Louis Vuitton dan Hermes berkurang. Mereka kalah laku dibanding sektor kesehatan seperti masker, hingga sektor pangan selama pandemi.

"Pola demand berubah dengan adanya pandemi ini, barang-barang primer terutama yang berhubungan dengan pangan, kesehatan dan IT mungkin meningkat. Tapi barang sekunder seperti properti, berlibur, kemudian kendaraan barang-barang mewah, pakaian Louis Vuitton buat ibu-ibu mungkin ini berkurang, bapaknya marah-marah nanti kalau Louis Vuitton terus, maunya Hermes, kali," canda Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2020 melalui teleconference, Kamis (22/10/2020).

"Nah ini jelas pola demand yang berubah, pasti akan merubah pola supply dan ini terjadi bukan hanya di Indonesia tapi terjadi di seluruh dunia," tambahnya.

Untuk menjaga laju inflasi, Tito menyebut agar bagaimana caranya menjaga harga-harga dan nilai mata uang rupiah tetap stabil. Jika tidak, maka akan ada kekacauan yang terjadi.

"Di tengah-tengah situasi seperti ini kita harus berusaha menjaga agar harga-harga tetap stabil dan kemudian nilai mata uang kita juga tetap stabil. Kalau tidak akan terjadi kekacauan ekonomi, akan menimbulkan efek domino, sosial, politik, keamanan dan lain-lain," sebutnya.

Menurutnya, di masa pandemi ini telah merubah banyak hal. Salah satunya masalah stabilisasi harga.

"Ini banyak hal baru, pengalaman baru tapi yang jelas stabilisasi harga jelas akan sangat berpengaruh seperti yang disampaikan Menteri Keuangan, stabilisasi harga akan sangat tergantung dari demand dan supply," tandasnya.

(fdl/fdl)