Mentan Puji Bupati Konawe Selatan Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Faidah Umu Safuroh - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 22:04 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan.
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Konawe Selatan. Panen raya ini merupakan upaya Kementan untuk memacu daerah dan petani agar memprioritaskan peningkatan produksi dan ketersediaan pangan, di antaranya beras sebagai pangan pokok strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Syahrul mengatakan pertanian adalah sektor yang mampu menunjukkan kinerjanya di tengah kondisi Pandemi wabah COVID-19. Melansir data BPS peran sektor pertanian terhadap total PDB mencapai 14% dan menyediakan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk. Pertumbuhan PDB sektor pertanian pada kuartal II 2020 ini meningkat 16,24% dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Di saat sektor lainnya terpuruk, justru pertanian yang meningkat tajam. Ekspor pertanian kita bulan Januari sampai dengan Agustus 2020 mencapai Rp 258 triliun dan di bulan September ekspor pertanian naik 20,84% dibanding bulan sebelumnya. Begitu juga daya beli petani atau NTP periode Januari-September 2020 sebesar 101,66 atau naik 0,99% dan NTUP periode ini naik 0,90%," ungkap Syahrul dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2020).

"Saya dengar, Konsel juga menyuplai daerah lain. Ini hebat. Terima kasih Pak Bupati, Pak Kadis, teman-teman penyuluh dan petani semua yang saya cintai. Saudara semua adalah pejuang, pahlawannya pertanian," imbuhnya.

Ia menegaskan Kementan terus membangun konsolidasi bersama semua pihak untuk bahu membahu memajukan sektor pertanian dengan penerapan teknologi pertanian modern dan digital dan hadirnya lumbung pangan nasional yang terintegrasi secara korporasi. Menurutnya, penguatan pangan menjadi tugas utama negara sebab urusan makanan bagi 273 juta rakyat Indonesia adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda-tunda ketersediaannya.

"Kalau baju robek, mau beli yang baru bisa ditunda. Motor rusak, mau yang baru bisa ditahan-tahan. Tapi untuk urusan makan, tidak bisa ditunda," ujarnya.

Sementara itu Plt Bupati Konawe Selatan Arsalim Arifin yang mendampingi Syahrul dalam panen raya itu mengatakan Konawe Selatan merupakan salah satu kabupaten dengan produsen padi terbesar di provinsi Sulawesi Tenggara. Produksi padi 2020 diperkirakan mencapai 79.746 ton GKG atau setara 45.750 ton beras.

"Kami sangat mendukung program pengembangan pertanian melalui kawasan korporasi. Ini sangat membantu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan untuk mendorong produktivitas pertanian bagi para petani terus dilakukan. Hal itu mendorong peningkatan produksi pertanian para petani dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri," ujar dia.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menambahkan program Kementan yang diterima Kabupaten Konawe Selatan sepanjang 2020 untuk meningkatkan produksi pangan adalah Program Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi (Propaktani) melalui pengembangan kawasan pertanian komoditi padi sawah di tiga kecamatan yakni, Basela, Lalembu, Tinanggea. Pengembangan kawasan ini seluas 5.876 hektare yang bekerja sama dengan BUMD Konawe Selatan.

Bantuan lainnya, lanjut dia, yaitu budidaya padi lahan kering seluas 2.500 hektare, bantuan benih jagung 6.230 hektare, dan perluasan areal tanaman baru 3.608 hektare.

"Sesuai arahan Komandan, Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang tadi disampaikan bahwa walaupun di masa pandemi, sektor pertanian harus terus berjalan. Oleh karena itu kami pun mulai kenalkan konsep integrated farming menuju zero waste baik integrasi vertikal di mana keterpaduan dari hulu onfarn hingga hilir maupun integrasi horisontal yakni terpadu antar komoditas padi, sayur, ternak ayam, sapi dan lainya. Konsep ini bisa dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi," tandasnya.a

(akn/mpr)