Ekonomi Merosot, Amerika Latin Dibayangi Badai Kerusuhan

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 11:17 WIB
Adu Kuat di Venezuela, Uni Eropa Serukan Semua Pihak Tahan Diri
Ilustrasi/Foto: Getty Images/AFP/F. Barra
Jakarta -

International Monetary Fund (IMF) memperkirakan ekonomi seluruh negara Amerika Latin dan Karibia, Amerika Selatan merosot sebesar 8,1% tahun ini. Serta kenaikan di sejumlah negara yang tidak merata hanya 3,6% pada 2021.

IMF juga mengungkap sebagian besar negara tidak akan kembali normal seperti sebelum pandemi COVID-19 hingga 2023. Salah satu petinggi IMF mengatakan bahwa ada kekhawatiran akan ada kerusuhan sosial di berbagai negara soal dampak yang akan dirasakan masyarakat setelah pandemi COVID-19.

Direktur IMF di Western Hemisphere, Alejandro Werner mengatakan ada beberapa penyebab kerusuhan akan terjadi di sejumlah negara. Di antaranya rendahnya aktivitas ekonomi dan lapangan pekerjaan akan jauh lebih rendah dari sebelumnya, tingkat kemiskinan dan distribusi pendapatan yang semakin memburuk.

"Beberapa penentu ketidaknyamanan sosial akan memburuk dan itu menimbulkan kepedulian kami terhadap kawasan ini, bagi banyak negara di kawasan itu," ujar Werner, dikutip dari Reuters, Jumat (23/10/2020).

Protes yang terkadang berubah menjadi kekerasan mengguncang negara-negara termasuk Chili, Ekuador, dan Kolombia. Bahkan sebelum pandemi melanda banyak kerusuhan terjadi yang dipicu oleh kemarahan atas ketidaksetaraan, korupsi, dan kebijakan penghematan pemerintah.

Pekan ini, ada pawai untuk memperingati pemberontakan Chili yang berujung kekerasan di beberapa wilayah di Santiago. Chili akan mengadakan referendum tentang apakah akan membatalkan konstitusi era kediktatoran terutama pada tuntutan utama dari protes 2019.

(eds/eds)