Disebut AS Monopoli Pasar, Ini Pembelaan Google

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 11:26 WIB
Google Digugat oleh AS atas Dugaan Memonopoli Persaingan Internet
Foto: DW (News)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Department of Justice (DOJ) atau Kementerian Kehakiman telah menuduh Google memonopoli pasar mesin pencarian internet (search engine) dan juga melanggar aturan keamanan dan privasi atau antitrust.

Kekuatan Google sebagai raksasa search engine dan periklanan diyakini sebagai monopoli ilegal. Namun, Google juga sudah menyiapkan berbagai pembelaan untuk menepis tuduhan dari DOJ.

Dilansir dari CNN, Jumat (23/10/2020), Google menegaskan perusahaan selalu memberikan layanan gratis pada penggunanya. Selain itu, Google mengaku para penggunanya tak merasa dirugikan. Hal itu diharapkan dapat mematahkan tuduhan DOJ.

Namun, klaim layanan Google sepenuhnya menguntungkan pelanggan akan terus menjadi perdebatan antara pemerintah dengan perusahaan di pengadilan.

UU antitrust di AS sendiri dibuat oleh pengadilan, bukan otoritas pada umumnya. Maka dari itu, tuduhan yang dilayangkan pada Google harus diajukan melalui gugatan, tak bisa langsung menghukum. Artinya, posisi hakim federal sangat kuat dalam kasus ini.

Jika menafsirkan undang-undang antimonopoli negara, hakim dapat menyetujui atau menolak rencana merger yang dapat mengguncang industri, memutuskan apakah perusahaan terbukti melakukan monopoli persaingan, dan memerintahkan perusahaan untuk bubar. Hakim federal juga bisa saja menutup mata pada tuduhan anti-persaingan itu.

Namun, selama pengguna tak dirugikan, dan pasar beroperasi secara efisien, seharusnya pemerintah tidak boleh terlalu terlibat.

Selanjutnya
Halaman
1 2