4 Fakta Gugatan Bambang Trihatmodjo ke Sri Mulyani Masuk Persidangan

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 11:30 WIB
Bambang Trihatmodjo Putra ketiga mantan Presiden RI HM. Soeharto dan Siti Hartinah. File/detikFoto.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Perseteruan antara Bambang Trihatmodjo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah berjalan hingga ke pengadilan. Kemarin, sidang pertama pembacaan gugatan oleh pihak Bambang sudah dilakukan.

Bambang sendiri menggugat Sri Mulyani atas perkara utang Sea Games yang berujung pencekalan atas dirinya. Gugatan dilayangkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Pusat.

Berikut ini 4 fakta penting mengenai jalannya kasus Bambang vs Sri Mulyani.

1. Jalannya Sidang Pertama
Sidang perdana gugatan Bambang Trihatmodjo kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah dilakukan kemarin. Dilihat detikcom dari website SIPP PTUN Jakarta, Jumat (23/10/2020) agenda sidang yang pertama adalah pembacaan gugatan.

Sidang ditunda dengan keterangan jawaban tergugat, yang merupakan pihak Menkeu Sri Mulyani, akan disampaikan secara elektronik. Jawaban tergugat akan dijadwalkan untuk disampaikan pada 5 November mendatang.

detikcom sudah mencoba menghubungi pihak Bambang, melalui kuasa hukumnya Prisma Wardhana Sasmita. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan lebih lanjut soal jalannya sidang yang dilakukan virtual.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Prisma sempat mengatakan sidang tetap berjalan. Namun, Bambang tidak hadir, dan meminta Prisma mewakilinya.

"Pak Bambang tidak ikut sidang," ujar Prisma.

2. Permintaan Pihak Bambang
Masih di dalam website SIPP PTUN Jakarta, setidaknya ada dua permintaan utama yang diajukan pihak Bambang di PTUN. Gugatan Bambang memiliki nomor perkara 179/G/2020/PTUN.JKT, didaftarkan sejak 15 September lalu.

Permintaan pertama adalah menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Menteri Keuangan No.108/KM.6/2020 Tanggal 27 Mei 2020. Keputusan itu adalah landasan hukum untuk pencekalan Bambang untuk ke luar negeri.

Pihak Bambang juga meminta Kemenkeu segera mencabut Keputusan Menteri Keuangan No.108/KM.6/2020 Tanggal 27 Mei 2020.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mayangsari Bicara Soal Utang Bambang Trihatmodjo"
[Gambas:Video 20detik]