Curhat Stuntman saat Pandemi: 'Keran Mampet', Jual Barang untuk Hidup

Soraya Novika - detikFinance
Minggu, 25 Okt 2020 10:03 WIB
Ilustrasi Streaming Film
Foto: shutterstock
Jakarta -

Industri film menjadi salah satu sektor yang terguncang karena wabah Corona (COVID-19). Bioskop sempat lumpuh total karena pandemi ini termasuk orang-orang yang bergantung di industri tersebut. Salah satunya yang ikut terkena imbas adalah para pemeran pengganti (stuntman).

Lalu, bagaimana nasib para stuntman selama masa pandemi COVID-19?

Seorang stuntman M. Dedi Duhari atau yang akrab disapa Dedi RBT menyebut aktivtasnya sebagai pemeran pengganti jadi menurun drastis alias sepi job sejak adanya pandemi COVID-19.

"Banyak, sangat banyak (yang aktivitasnya menurun karena Corona) bahkan anak-anak stuntman yang lain itu pada masuk lagi ke sinetron, sebagai stuntman, ada yang jadi tokoh juga, pemain juga, buat nutupin kebutuhan mereka," ungkap Dedi kepada detikcom, Minggu (18/10/2020).

Hal itu, menurut pemeran figuran di film Gundala (2019) tersebut kemudian berpengaruh pula pada pendapatan para stuntman.

"Selama pandemi memang buat kita para pejuang stunt ini ngaruh banget. (Berkurang) Jauh, lebih jauh, kalau ditanya persen cenderung ilang itu bisa sampai 70%. Seumpama kita dapat budget sekali tampil itu Rp 1,5 juta - Rp 2 juta, ini kita harus mau dapat budget tampil itu Rp 200 ribu, itu cukup jauh, dan Rp 200 ribu itu kebanyakan kita nggak ngambil harian tapi per minggu. Keran mampet istilahnya," terangnya.

Sedangkan untuk Dedi pribadi, meski masih ada kegiatan dan pemasukan, namun tak bisa dipungkiri, pandemi COVID-19 ini sungguh menjadi cobaan tersendiri. Ia sampai harus rela menjual 3 motornya untuk bertahan hidup.

"Saya sampai 3 motor dilepas, ya buat apa lagi selain buat bertahan," timpalnya.

Hal serupa juga dialami oleh stuntman lainnya, Wahyu Tripamudji juga sampai sempat menjual dua kamera yang biasa dipakai untuk modal kerjanya sebagai pemilik sanggar talent Bersatu Tetap Satu Entertaint.

"Iya sama saya juga sampai jual 2 kamera, namanya untuk hidup," sambungnya.

Meski begitu, keduanya mengaku tetap menikmati hidupnya selama pandemi dan optimis dengan yang mereka jalani.

"Memang kalau untuk dunia acting itu didasari dari hati, kalau hati senang ya mau sesusah apapun kita senang terus. Untuk pandemi ini lebih ke melatih kesabaran ya, kita berproses menjadi lebih baik lagi terutamanya untuk pendewasaan kita, jadi jangan mengeluh saat susah, tapi mengeluhlah saat karier senang, gitu," tambahnya.

Seorang stuntman lainnya, Deswyn Pesik pun berbagai kisah serupa. Mantan pemeran ganti tokoh Badra Mandrawata (Hadi Leo) di serial televisi Si Buta dari Gua Hantu ini mengaku banyak rekannya yang sampai benar-benar tidak kerja sama sekali selama adanya pandemi COVID-19 melanda.

"Ada, ada juga beberapa teman yang seperti itu, mereka mengalami ya benar-benar tidak dapat pekerjaan," ucap Deswyn.

Hal itu otomatis menyeret pendapatan mereka. "Ya pastinya, dengan produksi turun pekerjaan mereka turun, ya pendapatannya pasti turun," imbuhnya.

Namun, rata-rata masih aktif di dunia entertain khususnya sinetron. Akan tetapi, tetap berpengaruh para peran yang dilakoni dan pendapatan para stuntman.

"Ya kalau teman-teman yang banyak di sinetron itu ya tetap berjalan, cuman memang ada beberapa bagian yang di-pending juga karena PSBB," tuturnya.



Simak Video "Aksi Peran Pengganti Pada Aksi Film Laga Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)