5 Bukti Kemesraan RI-UEA yang Bikin Malaysia Iri

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 19:30 WIB
Nama tokoh Indonesia yang menjadi nama jalan di negara sahabat kini bertambah lagi. Presiden Joko Widodo kini punya jalan sendiri di Abu Dhabi.
Foto: KBRI UEA
Jakarta -

Indonesia kini memiliki hubungan erat dengan Uni Emirat Arab (UEA). Meski telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1976, tapi kemesraan dua negara itu baru terjalin di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang cukup akrab dengan Putra Mahkota UEA, Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Selama periode 2015-2020, Jokowi dan Pangeran telah bertemu hingga 3 kali, tepatnya pada September 2015, Juli 2019, dan Januari 2020. Melalui 3 pertemuan itu, RI-UEA telah memiliki kerja sama yang luar biasa banyaknya.

1. Bikin Malaysia Iri

Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis mengatakan, hubungan RI-UEA pun membuat Malaysia iri. Terutama dalam kerja sama investasi RI-UEA yang jumlahnya belasan.

"Dubes Malaysia di Abu Dhabi itu sering tanya saya, dia iri sama saya. Kok bisa Presiden Jokowi punya hubungan pribadi begitu mesra dengan Sheikh Mohammed," kata Husin kepada tim Blak-blakan detikcom, Minggu (25/10/2020).

Padahal, dia melanjutkan, kalau mau berbicara kedekatan Sheikh Mohammed lebih dulu mengenal dan berteman dengan Raja Malaysia yang nota bene teman sekolahnya.

Husin menjelaskan perlakuan istimewa Sheikh Mohammed terhadap Presiden Jokowi tak lepas dari sikap dan penampilannya yang ramah dan sederhana. Presiden Jokowi juga dinilai telah berbuat banyak bagi rakyatnya selama memimpin Indonesia.

"Abu Dhabi ingin memberikan penghargaan atau apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan Pak Jokowi terhadap negara ini dalam rangka meningkatkan hubungan kedua negara. Dan hubungan kedua negara itu bisa berbentuk trade, investment, tourism, politik, dan sebagainya. Abu Dhabi melihat Pak Jokowi banyak berperan dalam meningkatkan hubungan dua negara," jelas Husin.

2. Jokowi Dapat Hadiah Nama Jalan di UEA

Pada 20 Oktober 2020 lalu, Sheikh Mohammed meresmikan President Joko Widodo Street di Abu Dhabi. Jalan itu sebelumnya bernama Al Ma'arid Street, kini diganti dengan nama Jokowi, sebagai hadiah untuk orang nomor satu di Indonesia itu.

Penggunaan namanya untuk ruas jalan yang membelah kawasan Abu Dhabi National Exhibition Center dengan Embassy Area yang ditempati sejumlah Kantor Perwakilan Diplomatik. Menurut Husin, nama itu memang bukti keistimewaan Jokowi yang dirasakan oleh Abu Dhabi.

"Sehingga apa yang kita lihat sampai namanya ada jalan di Abu Dhabi, ini sebuah keistimewaan," ungkapnya.

Ia juga menepis kabar pemberian jalan Presiden Jokowi berdasarkan hasil kesepakatan untuk memberi lahan konsesi pada UEA di Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai calon Ibu Kota baru.

"Kita sebagai orang Islam harus mengatakan astagfirullahhaladzim, kita memohon ampunan pada Allah SWT. Itu adalah berita yang sangat tidak berdasar dan sangat menyesatkan," tegas Husin.

Selanjutnya
Halaman
1 2