Rencana KAI Caplok INKA Muncul Lagi, Begini Kajiannya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2020 16:49 WIB
Petugas bersiap memberangkatkan rangkaian lokomotif dan kereta penumpang pesanan Commuter Philippines National Railways Filipina produksi PT Inka saat uji dinamik di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Rabu (24/6/2020). Uji dinamik rangkaian terdiri satu unit lokomotif diesel hydraulic dan lima kereta penumpang akan dilakukan sejauh 1.000 kilometer bertujuan untuk inspeksi fungsi pengereman dan alat perangkai mekanik maupun alat perangkai elektronik. ANTARA FOTO/Siswowidodo/aww.
Foto: ANTARA FOTO/SISWOWIDODO

Terpisah pengamat transportasi dari MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) Djoko Setiowarno mengatakan, PT INKA, saat ini sedang mengalami perkembangan yang cukup bagus.

"Inovasi dan kreatifitas pengembangan usahanya sudah mulai menampakkan hasilnya. Diberi kepercayaan negara lain untuk memproduksi kereta dan loko," paparnya.

Hasil sinergi dengan beberapa BUMN, dapat kepercayaan untuk membangun jaringan kereta beserta sarananya yang menghubungkan beberapa negara di Afrika.

Inovasi produksi bus listrik juga dapat dimanfaatkan oleh Ditjenhubdat, Kemenhub dalam mengembangkan program transportasi umum di daerah dengan skema Buy the Service.

Sikap tidak setuju juga dikemukakan Pengamat Transportasi dan mantan wartawan transportasi MS Hendrowijono.

"Mungkin tujuannya benar tetapi menurut saya tidak tepat. Masak manufacture digabung dengan operator," kata Hendrowijono.

Karena itu pula, Hendrowijono yang semasa jadi wartawan banyak meliput perkeretaapian Indonesia mengaku dirinya setuju dengan pernyataan anggota Komisi VI DPR-RI Mufti Anam yang meminta agar rencana akuisisi PT PT INKA ke PT KAI dikaji ulang.

"Oh ya, saya setuju pernyataan pak Anam sebagai Anggota DPR RI Komisi VI, yang meminta agar rencana akusisi INKA ke KAI dikaji ulang," tandasnya.

Halaman

(dna/dna)