Bertemu Menlu AS, Retno Marsudi Singgung Insentif Dagang GSP

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2020 15:44 WIB
Menlu RI Retno Marsudi dengan Menlu AS, Mike Pompeo
Foto: dok. istimewa
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Michael Richard 'Mike' Pompeo berkunjung ke Tanah Air hari ini. Pompeo langsung melakukan pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi. Ada beberapa hal yang dibahas kedua pihak, salah satunya fasilitas Generalize System of Preference (GSP) atau keringanan bea masuk impor barang ke AS yang selama ini diberikan untuk negara berkembang.

"Saya kembali menggarisbawahi pentingnya fasilitas GSP yang tidak hanya membawa manfaat bagi Indonesia tetapi juga bagi pelaku bisnis AS," kata Retno di hadapan Pompeo, di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Selain GSP, Retno juga membahas sektor investasi. Melalui Pompeo, ia mengajak perusahaan AS untuk lebih gencar berinvestasi di Indonesia, terutama di pulau-pulau terluar.

"Saya mendorong bisnis AS untuk lebih banyak berinvestasi di Indonesia, termasuk untuk proyek-proyek di pulau-pulau terluar Indonesia, seperti Pulau Natuna," ucap Retno.

Sebagai informasi, pada 10 Februari lalu, US Trade Representative (USTR) memperketat kriteria negara berkembang yang berhak mendapatkan pengecualian de minimis dan negligible import volumes untuk pengenaan tarif antisubsidi atau countervailing duty (CVD). Berdasarkan keputusan tersebut, Indonesia tidak lagi dimasukkan dalam daftar negara berkembang.

Hal itu pun memberikan ketidakpastian bagi Indonesia yang sebelumnya memperoleh fasilitas GSP. Insentif dagang itu memang sudah dievaluasi AS sejak akhir 2019, terkait status Indonesia akan tetap menikmati GSP atau tidak.

Namun, hingga Juli 2020, pemerintah belum memperoleh kepastian perpanjangan fasilitas GSP. Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, ada beberapa hal yang diminta AS untuk direvisi agar GSP dapat diperpanjang.

Salah satunya permintaan AS agar Indonesia mengubah kebijakan data transaksi dagang dan impor hortikultura. Meski begitu, Jerry optimistis persoalan dapat diatasi dan GSP dapat dinikmati kembali.

"Ada banyak isu dalam pembahasan GSP ini. Sebagian besar sudah kita selesaikan, tinggal dua itu. Jadi kita optimis yang dua itu juga bisa kita selesaikan," kata Jerry dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2020).

(ara/ara)