Eropa Terserang Gelombang Kedua COVID-19, Bagaimana Dengan RI?

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 04 Nov 2020 09:47 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih menjadi momok bagi perekonomian dunia, karena jumlah kasus positif masih belum melandai. Meningkatnya jumlah kasus tentu menjadi faktor ketidakpastian bagi ekonomi sebab kebijakan yang diambil untuk menghentikan penyebaran dengan melakukan pembatasan.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan beberapa negara di Eropa telah mengalami gelombang kedua atau second wave kasus positif COVID-19 setelah sebelumnya berhasil turun.

"Pandemi ini masih menjadi ancaman karena tren dari peningkatan itu masih terjadi," kata Suahasil saat menjadi pembicara kunci di acara Ejavec 2020 secara virtual, Rabu (4/11/2020).

Beberapa negara Eropa yang mengalami second wave antara lain Prancis, Inggris, Belgia, Jerman. Suahasil menyebut, negara seperti Amerika Serikat (AS) pun mengalami gelombang kedua atau baru COVID-19.

Di Indonesia sendiri, Suahasil mengatakan belum terjadi gelombang kedua namun tren kasus positif masih meningkat. Menurut dia, pemerintah saat ini berupaya keras agar tidak terjadi gelombang kedua di tanah air.

"Tren peningkatan ini yang betul-betul kita upayakan bisa turun dan jangan pernah sampai terjadi second wave," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Skotlandia Dihantam Gelombang Kedua Corona"
[Gambas:Video 20detik]