Ekonomi RI -3,49%, Kepala Bappenas: Ada Kemajuan

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 05 Nov 2020 17:22 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengikuti rapat kerja bersama Komite I DPD RI. Raker itu membahas Ibu Kota Negara baru.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Indonesia resmi resesi. Ekonomi di kuartal III-2020 terkontraksi -3,49% dibandingkan periode yang sama 2019, setelah sebelumnya di kuartal II-2020 juga -5,32%.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa menilai hal itu patut disyukuri. Pasalnya, kontraksi ekonomi kuartal III-2020 telah mengalami perbaikan jika dibandingkan kuartal II-2020. Kemudian secara kuartalan, ekonomi Indonesia mulai tumbuh 5,05%.

"Satu hal yang mesti kita syukuri bahwa ada kemajuan, ada kenaikan, ada hal yang positif dan optimisme kita tentu harus terbangun. Satu hal yang saya ingin sampaikan setidak-tidaknya dengan adanya kenaikan Q ke Q (kuartal ke kuartal) sekitar 5% menunjukkan bahwa proses adaptasi dari ekonomi Indonesia dalam keadaan pandemi ini baik," kata Suharso dalam konferensi pers yang disiarkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (5/11/2020).

Kontraksi yang dialami Indonesia juga disebut tidak separah negara ASEAN lainnya. Hal itu berkat kebijakan pemerintah yang dilakukan selama ini dinilai menunjukkan respons positif.

"Rata-rata (Indonesia) di atas negara-negara lain termasuk di ASEAN dan itu menandakan bahwa kebijakan yang diambil sekurang-kurangnya menunjukkan responsif dan adaptis terhadap perkembangan. Seperti yang telah berulang kali disampaikan Bapak Presiden bahwa kita akan tetap melakukan keseimbangan, tidak menomor satukan kesehatan saja dengan meninggalkan ekonomi, tetapi dua hal itu seperti sayap angsa yang benar-benar harus kita lakukan dengan baik," ucapnya.

Dengan begitu, diharapkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 semakin menunjukkan perbaikan hingga tumbuh di angka positif.

"Dengan optimisme itu mudah-mudahan pada Q4 ini diharapkan dengan konsumsi pemerintah yang akan tumbuh saya kira setidak-tidaknya sama besarnya dengan Q3. Maka mudah-mudahan kita bisa menutup akhir tahun ini dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang setidak-tidaknya bisa mendekati 0 atau bahkan beberapa angka di atas 0," pungkasnya.

(fdl/fdl)