Mulai Pulih, Pendapatan General Motors Naik Rp 59 T Kuartal III

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 13:04 WIB
General Motors Indonesia menjamin ketersediaan suku cadang Chevrolet meski tak lagi menjual mobil baru pada akhir Maret 2020
Foto: Chevrolet
Jakarta -

Produsen mobil, General Motors melaporkan lonjakan pendapatan yang besar dibandingkan dengan tahun lalu. Sebelumnya perusahaan membukukan kerugian pada kuartal-II 2020.

Pendapatan GM melonjak US$ 4,1 miliar setara Rp 59 triliun (kurs Rp 14.350) pada kuartal-III 2020, namun angka itu belum termasuk barang-barang khusus. Pendapatan GM tercatat naik 64% dari US$ 2,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Pada kuartal ini, GM mampu mempertahankan penjualan meskipun terjadi penurunan 4% pada jumlah mobil yang terjual di seluruh dunia. Penutupan pabrik mobil pada awal tahun dan resesi juga merugikan permintaan, terutama pembeli dari perusahaan persewaan mobil.

Tapi kali ini permintaan yang ada mendorong harga rata-rata kendaraan lebih tinggi, memungkinkan GM mempertahankan pendapatan penjualan tetap.

"Penjualan di AS dan China pulih lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang, dan GM mendapatkan keuntungan dari permintaan pelanggan yang kuat untuk kendaraan dan layanan baru kami, terutama pickup dan SUV ukuran penuh kami," kata CFO sementara GM John Stapleton, dikutip dari CNN, Jumat (6/11/2020).

Namun peningkatan nyata terjadi pada margin laba perusahaan, yang naik dari 8,4% tahun lalu.

GM menangguhkan dividennya pada April lalu dan meningkatkan pinjamannya sebagai cara untuk mempertahankan finansial perusahaan selama penurunan yang disebabkan oleh pandemi. Namun, Kamis kemarin diketahui perusahaan mampu membayar dividen US$ 5,2 miliar dari jalur kreditnya selama kuartal-III, dan US$ 3,9 miliar pada bulan Oktober. Perusahaan berharap dapat melunasi saldo pada akhir tahun.

CEO Mary Barra mengatakan jika pemulihan saat ini berlanjut, GM kemungkinan akan melanjutkan pembagian dividen sekitar pertengahan 2021.

Perusahaan kini terus meningkatkan kinerja pabrik. Salah satunya dengan rencana menginvestasikan hingga US$ 1 miliar di pabrik Oshawa, Ontario, untuk mulai membangun truk pickup pada awal 2022.

(eds/eds)